Berandasehat.id – Salah satu pertanyaan paling kontroversial yang diajukan di komunitas kesehatan saat ini adalah apakah bisa bisa kelebihan berat badan dan sehat? Pertanyaan ini terkadang dibingkai menggunakan istilah “gemuk tapi bugar” telah menyibukkan para peneliti medis selama beberapa dekade, memicu banyak penelitian baik yang mendukung maupun menyanggah konsep tersebut.

Perdebatan berkisar pada apakah orang yang kelebihan berat badan atau obesitas yang aktif secara fisik masih dapat dianggap sehat secara metabolik, yaitu memiliki tekanan darah, kolesterol, dan kadar insulin yang baik.

Ilustrasi orang gemuk (dok. istimewa)

Seseorang memang bisa kelebihan berat badan dan sehat. Inilah alasannya dirangkum The Conversation dalam uraian berikut:

1. Berat badan dan kesehatan tidak berkorelasi sempurna

Berat badan seseorang tidak selalu menceritakan kisah lengkap tentang kesehatan individu. Sementara kelebihan berat badan meningkatkan risiko individu dari berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung, stroke, diabetes dan beberapa jenis kanker, banyak penelitian telah menunjukkan risiko penyakit seseorang tidak terkait dengan berat badan, tetapi dengan lemak tubuh dan di mana itu didistribusikan dalam tubuh.

Sementara kalkulator BMI memberikan titik awal untuk menilai lemak tubuh, BMI bukanlah ukuran kesehatan yang akurat karena tidak menjelaskan di mana lemak didistribusikan dalam tubuh.

Orang dengan jumlah lemak visceral yang tinggi, yakni sejenis lemak tidak sehat yang disimpan di sekitar perut, dekat dengan organ, memiliki risiko penyakit yang lebih tinggi daripada orang yang menyimpan lemak tubuh di sekitar pinggul.

Penting juga untuk diingat bahwa otot jauh lebih padat daripada lemak, ini hal lain yang tidak dapat diukur oleh BMI.

Oleh karena itu, jika kalkulator BMI mengklasifikasikan seseorang kelebihan berat badan atau obesitas, tetapi sehat secara fisik, memiliki pola makan dan gaya hidup yang sehat, dan lemak yang tersimpan di sekitar pinggul, orang ini bisa lebih sehat daripada seseorang dengan BMI dalam kisaran ‘normal’ namun  tidak berolahraga atau makan makanan yang seimbang.

2. Berat badan dan kebugaran juga tidak berhubungan sempurna

Kita selama ini telah dikondisikan untuk percaya bahwa kelebihan berat badan secara langsung terkait dengan tidak bugar. Namun tidak aktif secara fisik – bukan berat badan kita – yang secara langsung berdampak pada tingkat kebugaran.

Memang, banyak penelitian telah menggunakan pengujian olahraga untuk menunjukkan bahwa beberapa orang yang kelebihan berat badan dan obesitas memiliki tingkat kebugaran dan kekuatan kardiovaskular yang tinggi. Bedanya, orang-orang ini terlibat dalam aktivitas fisik secara teratur.

Olahraga teratur akan meningkatkan kebugaran, berapa pun berat badannya. Sayangnya, banyak orang tidak melakukan olahraga 30 menit yang dibutuhkan lima hari seminggu untuk tetap sehat dan bugar, dan membantu mengatur berat badan.

3. Gaya hidup lebih penting daripada angka di timbangan

Ini mungkin terdengar jelas, tetapi perilaku sehat, bukan berat badan, membuat kita sehat.

Sementara memahami dan mengelola hubungan antara berat badan dan kesehatan adalah penting, kita perlu mengingat faktor-faktor lain yang mempengaruhi kesehatan yang baik juga. Di antaranya adalah cukup berolahraga, makan makanan yang sehat dan seimbang, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas tidur.

Cara Menjalani Hidup Sehat Tanpa Fokus pada Berat Badan

Kita dapat melakukan beberapa hal sederhana sekarang untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan, berapa pun berat badan saat ini. Berikut di antaranya:

Variasikan rutinitas olahraga

Tidak dapat disangkal bahwa olahraga memiliki manfaat kesehatan yang sangat besar. Di samping meningkatkan kesehatan jantung, aktivitas teratur meningkatkan kekuatan dan mobilitas otot, mengurangi tingkat stres dan memperbaiki tidur dan tingkat energi.

Untuk mendorong lebih banyak olahraga, lakukan sesuatu yang disukai, apa pun itu. Tetapi pastikan untuk memasukkan variasi, karena melakukan rutinitas yang sama setiap hari adalah cara yang pasti untuk membuat kita lekas bosan dan menghindari aktivitas, dan juga dapat mempersulit pencapaian tujua.

Melakukan lebih banyak aktivitas bisa sesederhana seperti naik tangga daripada lift, memarkir mobil sedikit lebih jauh dari tujuan kita, atau mematikan penyedot debu robot dan melakukan pekerjaan rumah sendiri.

Perbaiki kualitas tidur

Mendapatkan tujuh hingga sembilan jam tidur yang direkomendasikan yang kita butuhkan setiap malam akan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Kabar baiknya adalah mudah untuk meningkatkan kualitas tidur dengan mengambil langkah-langkah sederhana untuk mendukung tidur yang baik. Mulailah dengan aturan tidak ada cahaya biru setelah senja alias stop aktivitas layar, matikan perangkat lebih awal untuk meningkatkan sekresi hormon pemicu tidur seperti melatonin.

Latih kembali otak untuk mengelola stres

Stres akan berdampak buruk bagi kesehatan, kerap mendorong kebiasaan diet yang tidak sehat dan berkontribusi pada kondisi kronis seperti tekanan darah tinggi. Berlawanan dengan kepercayaan populer, alkohol bukanlah cara yang baik untuk mengatasi stres. Sebaliknya, lakukan aktivitas yang lebih bermanfaat untuk menghilangkan stres, seperti olahraga dan meditasi.

Kesimpulannya adalah, berat badan memang penting dalam hal kesehatan individu. Namun hal ini bukan satu-satunya hal yang penting, dan tidak selalu perlu untuk mencapai definisi kategori ‘berat badan yang sehat’. Lebih baik kita terlibat dalam kebiasaan gaya hidup yang lebih sehat, berapa pun berat badan kita. (BS)