Berandasehat.id – Kanker payudara masih menjadi penyakit yang mematikan bagi perempuan jika terlambat ditangani. Menurut laporan Global Burden of Cancer Study (Globocan) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat 396.914 penyakit kanker yang menyerang penduduk Indonesia pada 2020. Berdasarkan jenis penyakitnya, kanker payudara paling banyak dialami di Indonesia yaitu sebanyak 65.858 kasus dibandingkan jenis kanker lainnya.

Hampir 50% kasus kanker payudara pada wanita tidak memiliki faktor risiko yang dapat diketahui. “Hal ini menunjukkan bahwa pengecekan (skrining) adalah satu-satunya metode yang dianjurkan untuk mendeteksi kondisi tersebut,” ujar  dr. Ho Pey Woei, ahli bedah payudara di Mahkota Medical Centre dalam temu media di Jakarta, Sabtu (17/6/2023).

Dokter Ho mengatakan, perawatan kanker payudara melibatkan tim interdisipliner yang komprehensif yang akan hadir sepanjang perjalanan pasien dan program tindakan lanjutan selama lima tahun. Tim interdisipliner dalam hal ini termasuk ahli bedah payudara, ahli radiologi, ahli onkologi, ahli patologi, perawat pendamping, koordinator pelayanan perawat, apoteker, ahli fisioterapi dan ahli diet. 

“Semuanya bekerja sama untuk menawarkan hasil yang optimal. Meskipun setiap individu dalam tim memiliki tanggung jawab yang berbeda, mereka selalu bekerja secara kohesif untuk memberikan hasil terbaik bagi setiap pasien,” terangnya.

Terkait dengan terapi kanker payudara, Mahkota Medical Centre memperkenalkan Program Perawat Pendamping untuk wanita Indonesia. “Kami telah belajar melalui studi terbaru yang menunjukkan kanker payudara merupakan kanker paling umum di Indonesia, terhitung 19,2% dari semua kasus kanker,” terang Wakil CEO Mahkota Medical Centre Teo Chin Yee, di kesempatan sama.

“Melalui program komprehensif ini, tujuan utama kami adalah menjadi rumah sakit sebagai pilihan opini kedua bagi pasien-pasien ini untuk memastikan bahwa mereka memiliki akses untuk perawatan medis sedini mungkin,” tutur Teo Chin Yee. 

Perawat pendamping memegang tangan pasien (dok. ist)

Pentingnya Peran Perawat Pendamping

Dalam terapi kanker payudara, hadirnya perawat pendamping merupakan hal penting. Disampaikan Ng Li Cheir, selaku perawat pendamping (nurse navigator) dari Mahkota Medical Centre, tugas perawat pendamping adalah membimbing pasien dan menjadi teman sepanjang perjalanan kesehatan mereka. “Tenaga kesehatan ini didedikasikan untuk memberikan bantuan kepada mereka yang telah didiagnosis menderita kanker payudara,” ujarnya.

Ng Li menambahkan, perawat pendamping akan mendaftarkan pasien kanker payudara ke dalam program perawatan klinis kanker payudara. “Selanjutnya pasien akan dibimbing mulai dari pelayanan, perawatan luka payudara, latihan rehabilitasi, kemoterapi, radioterapi, nutrisi, dan pemantauan perawatan lanjutan selama 5 tahun,” urainya.

Sedangkan bagi pasien kanker payudara yang tidak lagi dalam pengobatan aktif dapat mempertimbangkan untuk menggunakan telekonsultasi untuk menjalani perjalanan perawatan mereka, sebut Ng Li.

Berada di dalam naungan Malaysia Healthcare Travel Council, agensi di bawah Kementrian Kesehatan Malaysia, Mahkota Medical Centre (MMC) adalah salah satu rumah sakit swasta tersier terbesar dan terlengkap di Semenanjung Selatan Malaysia. Dalam hal ini, MMC telah menjadi rumah sakit swasta pertama di Malaysia yang diakui oleh Joint Commission International (JCI) untuk program perawatan klinis kanker payudara.  “Hal ini menandai tonggak penting dalam komitmen MMC untuk memenuhi standar internasional dan memberikan perawatan yang paling terbaik bagi pasien kanker payudara,” ujar Teo Chin Yee.

Lebih lanjut dia mengatakan, akreditasi ini merupakan bukti tim ahli interdisipliner Mahkota Medical Centre bekerja sama untuk memberikan pendekatan holistik untuk perawatan yang komprehensif dan berkelanjutan. “Ini termasuk program perawat pendamping, merupakan layanan gratis yang ditawarkan kepada semua wanita yang didiagnosis menderita kanker payudara di Mahkota Medical Centre,” ujar Teo Chin Yee.

Seorang perawat pendamping adalah perawat yang terlatih khusus yang memberikan dukungan pribadi kepada wanita yang didiagnosis menderita kanker payudara. Perawat pendamping akan membantu pasien untuk mengarahkan sistem perawatan kesehatan yang kompleks, menjawab pertanyaan, dan memberikan dukungan emosional kepada pasien.

Telah diketahui selama ini Malaysia menjadi pilihan untuk masyarakat Indonesia melakukan second opinion dalam pengobatan karena jaraknya yang dekat, dan Muslim friendly. “Malaysia telah ternyata menjadi destinasi alternatif yang terpillih untuk rakyat Indonesia mendapatkan penjagaan kesihatan. Malah, lebih 60% daripada wisatawan medis ke Malaysia berasal dari Indonesia,” ujar Duta Besar Malaysia untuk Republik Indonesia, TYT Dato Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin. (BS)