Berandasehat.id – Pakar penyakit menular memperingatkan bahwa kekurangan antibiotik utama untuk mengobati sifilis, sebuah infeksi menular seksual, dapat menyulitkan dalam memerangi penyebaran penyakit.
Ambil contoh – Amerika Serikat sudah memiliki masalah besar dengan sifilis. Kasusnya meningkat selama lebih dari 20 tahun. Kenaikan kasus hampir 75% antara tahun 2017 hingga 2021 saja, sehingga jumlahnya menjadi lebih dari 176.000 pada tahun 2021, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).
Sementara itu, produsen farmasi Pfizer baru-baru ini mengumumkan kekurangan Bicillin LA, juga dikenal sebagai penisilin G benzathine, yang dapat berlanjut hingga tahun depan.
Alasan kelangkaan antibiotik suntik yang memiliki kerja lama termasuk meningkatnya permintaan karena kenaikan jumlah infeksi sifilis. Obat ini juga dapat digunakan sebagai pengganti amoksisilin untuk mengobati infeksi seperti radang tenggorokan dan amoksisilin juga langka akhir-akhir ini, demikian laporan New York Times.

Di antara kekhawatirannya adalah sifilis kongenital, yang memiliki tingkat kematian yang tinggi dan juga dapat menyebabkan cacat lahir yang parah. Bicillin adalah satu-satunya pengobatan yang direkomendasikan untuk wanita hamil yang terinfeksi.
“Saya khawatir bahwa para ibu ini mungkin tidak memiliki akses ke obat penyelamat nyawa,” kata Dr. Anita Henderson, seorang dokter anak di Hattiesburg, Miss., kepada Times.
Alternatif untuk wanita hamil bertahun-tahun lagi akan tersedia, Dr. Jeffrey Klausner, seorang ahli penyakit menular di University of Southern California.
Juru bicara Pfizer Steven Danehy mengatakan kemungkinan akan memakan waktu satu tahun untuk meningkatkan produksi sebesar 50%.
CDC merekomendasikan agar dokter memberikan preferensi untuk pengobatan kepada pasien hamil dan bayi yang terinfeksi atau terpapar. Orang lain harus diresepkan doksisiklin selama dua sampai empat minggu.
Kekurangan antibiotik tersebut merupakan bagian dari krisis kekurangan obat yang meluas yang antara lain menyebabkan penjatahan pengobatan kemoterapi. (BS)