Berandasehat.id – Skincare dan personal care menjadi produk yang tidak lepas dari keseharian kita. Dari pembersih hingga krim dan serum hingga tabir surya, lorong perawatan kulit dipenuhi dengan produk yang menjanjikan untuk membuat kulit kita terlihat lebih cerah, lembut, lebih muda, lebih baik. Tapi produk mana yang harus dimiliki, dan mana yang tidak perlu? Haruskah kita mengeluarkan uang ekstra untuk kosmetik tertentu yang diklaim paling bersih?

Berikut ini saran spesialis kulit terkait dengan pemakaian produk skincare untuk menjaga kulit dalam kondisi optimalnya. Simak, mana mitos mana fakta dirangkum dari laman MedicalXpress dalam uraian berikut:

“Kita harus mengikuti rutinitas perawatan kulit yang kompleks dan mahal untuk menjaga kesehatan kulit seiring bertambahnya usia”

Itu hanya mitos. Sebenarnya, pelembab sederhana adalah produk yang paling penting dalam rutinitas perawatan kulit anti-penuaan, selain tentu saja sunscreen (tabir surya), menurut Katrina Abuabara, M.D., seorang profesor dermatologi di UCSF dengan minat pada eksim. 

Pelembab membantu melindungi penghalang kulit, fungsi penting dari organ terbesar tubuh kita. Seiring bertambahnya usia dan sel-sel kekebalan di kulit menumpuk lebih banyak paparan racun, alergen, dan polutan, semantara kemampuan kulit kita untuk berfungsi sebagai penghalang menurun. “Ini dapat menyebabkan peradangan kulit tingkat rendah, dengan gejala termasuk kemerahan dan kekeringan,” kata Abuabara.

Sel kekebalan yang meradang dari kulit dapat menyebar ke seluruh tubuh, menyebabkan peradangan sistemik, yang dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan yang serius. Misalnya, pasien dengan eksim sedang hingga parah, suatu kondisi kulit yang ditandai dengan ruam merah dan gatal, memiliki tingkat penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi. 

Abuabara adalah penulis utama studi yang menunjukkan bahwa pasien dewasa dengan eksim memiliki 27 persen peningkatan risiko demensia yang dipublikasikan tahun lalu.

Dia menyarankan, bagi orang dewasa yang lebih tua dan mereka yang memiliki kulit kering, salah satu cara terbaik untuk mencegah peradangan kulit adalah dengan menggunakan pelembap. Para ahli di UCSF dan di tempat lain sedang mempelajari apakah penggunaan pelembap benar-benar dapat meredakan masalah terkait peradangan di luar kulit. 

Peter Elias, M.D. Profesor emeritus dermatologi UCSF, menemukan bahwa mengoleskan Vaseline petroleum jelly pada tikus mengurangi tingkat peradangan dalam darah mereka. Sebuah studi kecil oleh Elias dan peneliti lain menyarankan hal yang sama mungkin berlaku pada manusia.

“Saya rasa kita tidak akan menyembuhkan demensia dengan Vaseline,” kata Abuabara. “Tetapi mengoleskan pelembab pada orang dewasa yang lebih tua dapat membantu sebagai bagian dari strategi umum, dan biayanya sangat rendah serta mudah dan aman sehingga masyarakat dapat mempertimbangkannya sebagai bagian dari perawatan orang tua.”

Jadi, menggunakan pelembap adalah ide yang bagus, tetapi bagaimana cara memilih dari begitu banyak produk yang tersedia? “Produk dengan kekuatan paling melembabkan adalah salep seperti Vaseline dan minyak,” kata Abuabara. 

Pelembab berikutnya adalah krim, kemudian losion dan gel. “Itu tergantung pada seberapa kering kondisi kulit dan jenis produk apa yang disukai,” katanya. “Setiap orang sedikit berbeda.”

“Produk perawatan kulit yang diklaim bersih, alamai atau organik lebih baik”

Tidak selalu, demikian menurut Lindy Fox, M.D., profesor dermatologi UCSF yang merawat pasien rawat inap dengan kondisi kulit kompleks. Faktanya, produk yang disebut-sebut sebagai ‘bersih, alami, atau organik’ kerap berdampak lebih buruk untuk kulit. “Orang-orang menggunakan produk yang menurut mereka lebih baik karena disebut ‘bersih’ akhirnya mendatangi kami dengan kulit sakit penuh ruam, alergi, dan masalah lainnya,” ujar Fox.

Apa yang seharusnya tidak ada dalam daftar bahan perawatan kulit? Fox menyarankan untuk mewaspadai zat yang berpotensi menyebabkan iritasi atau reaksi kulit, seperti pewangi, minyak esensial, dan pengawet tertentu seperti methylisothiazolinone dan propylene glycol. “Bahan dalam produk ini cenderung tidak dipelajari dengan baik,” kata Fox.

“Masalah dengan gerakan kecantikan bersih,” lanjut Fox, “adalah tidak ada definisi ‘bersih.'”

Alih-alih memiliki produk skincare yang diklaim ‘bersih’ dokter kulit mendefinisikan produk perawatan kulit yang baik yang bisa menjadi rekomendasi bagi masyarakat: Produk ini mengandung bahan-bahan yang baik untuk kulit, khasiatnya telah terbukti secara ilmiah, dan tidak menyebabkan alergi atau iritasi. Beberapa di antaranya adalah retinoid untuk anti-penuaan, niacinamide untuk menghidrasi dan memulihkan penghalang kulit, ceramide untuk mengunci kelembapan, dan squalane, pelembut kulit yang meningkatkan elastisitas dan mengurangi tanda-tanda penuaan yang terlihat. (BS)