Berandasehat.id – Administrasi Obat dan Makanan (FDA) telah mengesahkan vaksin COVID-19 terbaru, untuk pertama kalinya tidak menargetkan jenis virus awal atau leluhur. Tahun lalu, FDA mengesahkan vaksin bivalen yang ditujukan untuk vaksin lama dan baru.
Vaksin terbaru tersebut merupakan vaksin monovalen atau jenis tunggal dengan satu tujuan utama: meminimalkan risiko kesehatan, rawat inap, dan kematian yang terkait dengan varian baru seperti subvarian XBB.1.5 Omicron. Hal ini juga diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap varian terkait yang saat ini beredar.
Otorisasi FDA itu berlaku untuk vaksin yang dibuat oleh Pfizer dan Moderna. Namun, masih ada dua langkah tersisa sebelum masyarakat bisa mendapatkan booster di kantor dokter atau apotek setempat. Komite Penasihat Praktik Imunisasi CDC, atau ACIP, diperkirakan akan melakukan pemungutan suara untuk menyetujui vaksin baru tersebut pada Selasa, 12 September waktu setempat. Kemudian direktur CDC yang baru, Mandy Cohen, harus menandatanganinya.
Kasus COVID, rawat inap, dan kematian kembali meningkat di AS. Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC), angka rawat inap naik 15,7% pada pekan yang berakhir 26 Agustus. Kematian naik 10,5% hingga 2 September.

FDA mengatakan vaksin baru itu untuk siapa saja yang berusia 5 tahun ke atas, apa pun status vaksinasi sebelumnya, selama sudah lebih dari 2 bulan sejak menerima suntikan COVID.
Anak-anak berusia 6 bulan hingga 4 tahun yang telah menerima setidaknya satu vaksin COVID sebelumnya berhak mendapatkan satu atau dua dosis vaksin baru.
Anak-anak dalam kelompok usia yang sama yang belum pernah menerima vaksin COVID berhak mendapatkan tiga dosis vaksin Pfizer baru atau dua dosis formula Moderna baru.
“FDA yakin akan keamanan dan efektivitas vaksin-vaksin yang diperbarui ini dan penilaian manfaat-risiko yang dilakukan badan tersebut menunjukkan bahwa manfaat vaksin-vaksin ini untuk individu berusia 6 bulan ke atas lebih besar daripada risikonya,” kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan dikutip WebMD, Senin (11/9/2023).
Jumlah orang yang mendapat vaksin penguat (booster) sebelumnya jauh dari harapan. Di sebagian besar wilayah Amerika Serikat, 20% atau kurang dari populasi telah menerima vaksin bivalen yang diperbarui sejak disetujui pada 1 September 2022. Hanya di tujuh negara bagian dan District of Columbia persentasenya melebihi 25%, menurut peta CDC. (BS)