Berandasehat.id – Obesitas atau kegemukan menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Kegemukan merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular (CVD), diabetes, dan kanker tertentu.

Kegemukan sering kali melibatkan hiperlipidemia (konsentrasi lemak/lipid yang tinggi dalam darah), diabetes, hipertensi, peradangan kronis, dan stres oksidatif, yang meningkatkan kerentanan terhadap CVD.

Lipoprotein densitas rendah (LDL) adalah partikel nano yang mengangkut kolesterol dalam darah. Kolesterol, yang baik dalam jumlah sedang, sangat penting untuk fungsi sel normal. Namun, kelebihan kolesterol dapat disimpan di arteri yang menyebabkan penyakit kardiovaskular, dan karenanya kolesterol LDL dijuluki ‘kolesterol jahat’. 

Peneliti Boston University Chobanian & Avedisian School of Medicine menemukan bahwa pada obesitas, LDL menjadi tidak berfungsi secara normal sehingga meningkatkan risiko CVD. “Hasil (studi) kami menunjukkan bahwa pada obesitas, bukan kuantitasnya melainkan kualitas LDL yang berkontribusi terhadap penyakit,” jelas penulis Shobini Jayaraman, Ph.D., seorang ilmuwan peneliti senior di bidang farmakologi, fisiologi, dan biofisika dikutip laman MedicalXpress.

Jayaraman menambahkan, kolesterol jahat menjadi lebih buruk karena peradangan yang terkait dengan obesitas. “Akibatnya, pengiriman kolesterol bergeser dari normal ke abnormal, jadi lebih banyak kolesterol yang tertahan di dinding arteri, pada akhirnya membentuk plak yang menyumbat aliran darah,” tuturnya.

Dalam studi yang telah dipublikasikan secara online di Journal of Lipid Research, lipoprotein darah dari pasien dengan obesitas berat/parah sebelum operasi bariatrik dan 6 atau 12 bulan setelahnya dibandingkan dengan lipoprotein dari kelompok kontrol subjek sehat kurus. 

Para peneliti kemudian mengeksplorasi interaksi lipoprotein dengan tiga reseptor sel kunci fungsi LDL. Dalam hal ini termasuk reseptor LDL (yang mengarahkan penyerapan normal kolesterol oleh sel) dan dua reseptor pemulung (yang dapat menyebabkan akumulasi kolesterol berbahaya).

Tim peneliti selanjutnya merancang suatu pengujian untuk mengukur interaksi lipoprotein dengan banyak komponen matriks ekstraseluler. Interaksi ini dapat meningkatkan retensi lipoprotein berbahaya di arteri, yang dapat menyebabkan aterosklerosis. 

Selain itu, mereka menganalisis komposisi LDL dan menggunakan kromatografi cair serta metode biokimia lainnya untuk mengeksplorasi muatan dan agregasi nanopartikel, yang mempengaruhi fungsi LDL.

Pada pasien obesitas, tim peneliti menemukan partikel LDL menjadi tidak berfungsi dan kurang efisien dalam mengantarkan muatan kolesterol ke reseptor LDL. Selain itu, partikel LDL juga cenderung mengantarkan kolesterol ke reseptor pemulung atau menempel pada matriks dinding arteri. 

“Perilaku menyimpang ini berasal dari perubahan komposisi biokimia LDL yang disebabkan oleh peradangan terkait obesitas. Perubahan berbahaya ini berkontribusi terhadap peningkatan risiko CVD pada pasien obesitas,” tambah Jayaraman.

Menurut para peneliti, selama tahun pertama setelah operasi bariatrik, berat badan pasien turun banyak, peradangan akibat obesitas mereda, dan kualitas LDL semakin meningkat 6 dan 12 bulan pasca operasi. Namun, kualitas LDL tidak mencapai tingkat kontrol lean, begitu pula BMI. 

Untuk dicatat, kualitas LDL jelas berkorelasi dengan penurunan berat badan: Semakin mendekati normal berat badan pasien, semakin baik kualitas LDL-nya, sehingga menurunkan risiko CVD.

“Studi kami menunjukkan bahwa kualitas LDL terus meningkat seiring dengan normalisasi berat badan pasien, menunjukkan bahwa risiko CVD terus menurun. Hal ini menjanjikan tidak hanya bagi pasien yang menjalani operasi bariatrik tetapi mungkin bagi banyak orang lain yang kelebihan berat badan atau obesitas dan menggunakan berbagai pendekatan. untuk menurunkan berat badan,” kata penulis senior Olga Gursky, Ph.D., profesor farmakologi, fisiologi dan biofisika di sekolah tersebut.

Semua studi klinis dan beberapa biokimia dilakukan oleh tim Barcelona yang dipimpin oleh Dr. Jose Luis Sanchez Quesada, salah satu penulis studi. (BS)