Berandasehat.id – Covid-19 terus berlanjut menebar malapetaka pasca infeksi. Sebuah penelitian besar baru mengaitkan Covid-19 dengan peningkatan risiko sindrom Guillain-Barré. Namun demikian, vaksinasi terhadap Covid tampaknya mengurangi risiko GBS, yaitu penyakit langka yang dapat membuat orang menjadi lumpuh.

Para peneliti menganalisis data kesehatan dari Januari 2021 hingga Juli 2022 terhadap lebih dari 3 juta orang di Israel berusia 16 tahun ke atas yang belum terdiagnosis GBS sebelumnya. Mereka menemukan bahwa orang dengan infeksi Covid enam kali lebih mungkin terkena GBS, dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami infeksi. Namun penyakit ini masih sangat jarang terjadi. Dari 3 juta orang dalam penelitian tersebut, 76 menderita GBS, demikian dilaporkan WebMD.

Peningkatan risiko GBS diukur dalam 6 minggu setelah seseorang menderita Covid. Orang yang baru saja menerima vaksin berbasis mRNA memiliki kemungkinan 50% lebih kecil untuk terkena GBS, dibandingkan dengan orang yang belum menerima vaksinasi baru-baru ini.

“Temuan ini semakin menyoroti manfaat program vaksinasi yang sedang berlangsung dengan vaksin berbasis mRNA,” kata penulis studi Anat Arbel, MD, dari Lady Davis Carmel Medical Center di Haifa, Israel, dalam rilis beritanya. “Hasilnya memiliki implikasi klinis dan kesehatan masyarakat yang penting.”

Para penulis mencatat bahwa tidak semua orang dalam penelitian ini memiliki data tes Covid19. Artinya, beberapa orang yang dianggap tidak terinfeksi mungkin mengidap SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19, namun mereka tidak memiliki gejala atau hanya gejala ringan dan tidak melakukan tes.

Penyebab GBS belum diketahui dan belum ada obatnya. Gejalanya dimulai dengan kelemahan pada tangan dan kaki, dan bisa berkembang menjadi kelumpuhan. GBS dapat mengancam jiwa, meskipun kebanyakan orang dapat sembuh tanpa masalah lebih lanjut. Penyakit ini telah dikaitkan dengan riwayat infeksi usus atau pernapasan.

Temuan ini dipublikasikan oleh American Academy of Neurology dalam jurnal Neurology. (BS)