Berandasehat.id – Sebuah studi baru berpendapat bahwa cara terbaik untuk mencegah kanker serviks pada wanita adalah dengan memberikan vaksin HPV kepada anak laki-laki dan perempuan. Dengan begitu, kekebalan kelompok dapat membantu memberantas virus penyebab kanker, kata para peneliti.
Jenis HPV yang berhubungan dengan kanker menurun secara signifikan di kota-kota Finlandia di mana anak laki-laki dan perempuan sama-sama menerima vaksin, menurut temuan yang diterbitkan pada 8 November 2023 di jurnal Cell, Host and Microbe.
“Ini menunjukkan bahwa kita mendapatkan kekebalan kelompok yang lebih kuat jika memvaksinasi anak laki-laki dan perempuan,” kata peneliti utama Dr. Ville Pimenoff, dosen pengobatan evolusi di Institut Karolinksa di Swedia dikutip Healthday.
“Menurut perhitungan kami, diperlukan waktu 20 tahun untuk memvaksinasi anak perempuan untuk mencapai efek yang sama yang dapat dicapai dalam delapan tahun dengan tingkat cakupan vaksinasi yang relatif moderat dan netral gender,” tambah Pimenoff dalam rilis berita Karolinska.
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pertama kali menyetujui vaksin HPV untuk digunakan pada anak perempuan pada 2006. Pada tahun 2011, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memperluas rekomendasinya untuk juga memasukkan anak laki-laki.
Untuk penelitian ini, para peneliti mengkaji bagaimana vaksinasi dapat melindungi terhadap jenis HPV tertentu yang terkait dengan kanker.
Ada lebih dari 200 jenis human papillomavirus, jelas peneliti dalam catatan latar belakang. Beberapa jenis dapat menimbulkan berbagai jenis kanker, dan kanker serviks adalah yang paling umum.
Vaksin yang digunakan pada saat penelitian melindungi terhadap HPV tipe 16 dan 18, yang menyebabkan 70% dari seluruh kanker serviks. Ini juga memberikan perlindungan silang terhadap HPV tipe 31 dan 45, yang dapat menyebabkan beberapa jenis kanker serviks.
Untuk penelitian ini, 33 kota berbeda di Finlandia secara acak ditugaskan untuk memvaksinasi anak laki-laki dan perempuan, hanya memvaksinasi anak perempuan atau tidak menawarkan vaksinasi sama sekali.

Penelitian ini melibatkan anak-anak yang lahir antara tahun 1992 dan 1994, yang ditindaklanjuti empat dan delapan tahun setelah vaksinasi.
“Fakta bahwa studi vaksin HPV mengacak masyarakat untuk menjalani program pengobatan berbeda memungkinkan kami mempelajari dampak vaksinasi,” kata Pimenoff.
Delapan tahun setelah vaksinasi, HPV tipe 16 dan 18 telah menurun secara signifikan di 22 kota dimana vaksin tersebut diberikan.
Terdapat juga penurunan HPV 31 di 11 kota yang hanya memberikan vaksinasi pada anak perempuan, sementara di 11 kota yang memberikan vaksinasi pada anak laki-laki dan perempuan, terdapat penurunan yang jelas pada HPV 31 dan 45.
Para peneliti juga menemukan bahwa jenis HPV penyebab kanker yang dihilangkan dengan vaksin digantikan oleh jenis HPV lain yang tidak terkait erat dengan kanker.
“Vaksin HPV efektif melawan tipe HPV onkogenetik tinggi [penyebab kanker], dan penelitian, termasuk penelitian kami, menunjukkan bahwa tidak ada alasan untuk khawatir terhadap meningkatnya tipe HPV onkogenetik rendah karena sangat jarang menyebabkan kanker,” beber Pimenoff.
Vaksin HPV sekarang menargetkan sembilan jenis virus yang berbeda, kata para peneliti. (BS)