Berandasehat.id – Sampah dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi, termasuk dalam hal ini sampah plastik kemasan. Sampah kemasan itu misalnya dapat diubah menjadi paving block yang memiliki ketahanan dan kekuatan setara paving block konvensional.

Dalam mendukung Gerakan Ciliwung Bersih (GCB), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) telah memasang paving block hasil pengelolaan sampah etiket Indomie yang bernilai rendah (low value). Pemasangan paving block dari kemasan etiket Indomie itu mendapat apresiasi dari GCB karena dipandang sebagai terobosan dalam memberdayakan sampah.

Head of Corporate communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk Stefanus Indrayana mengatakan Indofood terus berupaya menemukan solusi terbaik untuk sampah kemasan baik secara mandiri maupun berkolaborasi dengan semua pihak, di antaranya dengan mendukung program GCB untuk edukasi dan daur ulang sampah kemasan dari masyarakat.

Hal senada disampaikan Bimantoro Panji Triadi, Head of CSR Dept PT Indofood Sukses Makmur Tbk. ‘Pemasangan paving block di sekretariat GCB merupakan media edukasi dan informasi kepada masyarakat bahwa sampah hasil pemilahan dapat didaur ulang menjadi paving block yang berkualitas setara dengan paving konvensional,” ujarnya di acara penyerahan apresiasi oleh Ketua GCB Peni Susanti sekaligus menandai Hari Ciliwung ke-12 di Sekretariat TOSS GCB Jakarta, Selasa (28/11/2023).

Ketua GCB Peni Susanti serahkan apresiasi untuk Indofood yang diwakili oleh Bimantoro Panji Triadi, Head of CSR Dept PT Indofood Sukses Makmur Tbk (dok.ist)

Hingga saat ini, total area yang telah dipasang paving block seluas 911m2 menggunakan 801.680 lembar kemasan etiket Indomie seberat 1,3 ton.

Menurut Peni, dengan metode TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) yang telah diterapkan di GCB, menunjukkan bahwa sampah kemasan bernilai rendah seperti etiket Indomie dapat dijadikan energi alternatif, yaitu sebagai campuran sampah organik pada pembuatan pelet pengganti bahan bakar. “Hingga saat ini, hasil olahan pelet dari program TOSS GCB telah dimanfaatkan oleh PLTU mitra,” tuturnya.

Sebagai mitra GCB, Indofood banyak memetik manfaat dalam pengelolaan sampah bernilai rendah menjadi suatu produk bernilai tambah. “Kami bersyukur banyak manfaat dari low plastic yang bisa digunakan sebagai paving block yang berkualitas. Kami juga belajar bagaimana sistem TOSS bisa dimanfaatkan sebagai pelet dan bahan bakar, sekaligus sharing ilmu untuk mencapai upaya pelestarian lingkungan yang lebih baik lagi,” imbuh Bimantoro.

Lebih lanjut Peni mengatakan, memperingati Hari Ciliwung ke-12, GCB menggelar serangkaian kegiatan berupa seminar lingkungan, kunjungan ke Refuse Derived Fuel (RDF) – Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) di Sekretariat GCB serta kunjungan ke RDF Bantar Gebang.

“Rangkaian kegiatan yang berlangsung 28 – 29 November 2023 diharapkan dapat memberikan informasi yang menyeluruh akan pemanfaatan sampah kemasan baik sebagai bahan baku produk lain, juga dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif, ” ujar Peni.

Seminar lingkungan GCB tahun ini mengusung tema ‘Terobosan Inovatif Pengelolaan Sampah menjadi Energi Baru Terbarukan: Pengenalan Metode Integrated Resource Recovery Center (IRRC) dan RDF’ sebagai sarana berbagi pengalaman bagi pemerintah daerah di Indonesia dalam penanganan sampah berkelanjutan.

Seminar tersebut merupakan hasil kolaborasi antara GCB dengan United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC).

Peni menyebut, di acara seminar, GCB berbagi pengalaman penerapan metode IRCC yang dilakukan oleh GCB dan dikenal dengan metode TOSS. “Melalui metode ini, RDF dibuat dengan menggunakan instalasi TOSS yang dibangun di lokasi sekretariat GCB dengan menggunakan metode fermentasi. Setelah itu sampah dikeringkan, dicacah halus lalu dipadatkan menjadi pelet,” urainya.

Selanjutnya, pelet digunakan sebagai bahan bakar pada proses co-firing batubara menjadi tenaga listrik. “Metode ini kami luncurkan sejak tahun 2020 dan ini adalah hasil kolaborasi kami dengan para mitra,” terang Peni.

GCB ajak pelajar untuk peduli kelola sampah sejak dini dan menciptakan nilai tambah (dok.ist)

Peni sepakat bahwa metode TOSS telah memberikan manfaat bagi etiket bernilai rendah dapat menjadi energi alternatif yang dapat dimanfaatkan kembali, seperti bungkus Indomie. “GCB dengan visinya mewujudkan Sungai Ciliwung yang bersih, sehat, indah hijau, asri dan lestari akan terus berupaya agar sungai ikonis Jakarta itu dapat bermanfaat bagi kehidupan dan menjadi simbol peradaban umat manusia masa kini dan masa datang,” ujarnya.

Dia berharap, akan semakin banyak masyarakat terutama komunitas di sepanjang kali Ciliwung yang mengaplikasikan pengelolaan sampah dengan cara TOSS.

Selain TOSS, imbuh Peni, GCB juga terus berupaya meningkatkan animo masyarakat agar peduli pada kelestarian Sungai Ciliwung melalui program ekowisata dan eduwisata Ciliwung. Program yang dimaksud mencakup susur sungai, memanen hasil hidroponik ventikultur sambil menikmati kopi di kedai pinggir Sungai Ciliwung.

“Inilah saatnya kami kenalkan wajah baru Sungai Ciliwung sebagai alternatif tujuan wisata di Jakarta sambil menimba ilmu tentang sungai, pelestarian sungai dan lingkungan sekitar sungai,” tandas Peni. (BS)