Berandasehat.id – Beralih dari pola makan khas Barat ke pola makan yang lebih sehat dapat menambah 10 tahun kehidupan bagi rata-rata orang paruh baya. Dalam penelitian yang dilaporkan di jurnal Nature Food, kelompok internasional yang terdiri dari spesialis kesehatan masyarakat, peneliti kecanduan, profesional kesehatan kardiovaskular dan metabolik serta ahli gizi telah menganalisis data makanan orang-orang yang terdaftar dalam penelitian UK Biobank.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pola makan tidak sehat menyebabkan lebih dari 75.000 kematian dini setiap tahun di Inggris saja. Riset lain menunjukkan pola makan yang lebih sehat dapat mengurangi risiko kematian dini bagi orang yang tinggal di AS.

Dalam upaya baru, tim peneliti mengakses data dari studi UK Biobank, sebuah studi jangka panjang yang menyelidiki kontribusi kecenderungan genetik versus paparan lingkungan terhadap perkembangan penyakit pada manusia. Studi telah berjalan sejak tahun 2006 dan melibatkan pengumpulan data dalam jumlah besar dari setengah juta sukarelawan di Inggris, yang semuanya berusia antara 40 hingga 69 tahun.

Rencananya adalah untuk memantau kesehatan para sukarelawan setidaknya selama 30 tahun. Untuk studi baru ini, para peneliti mengamati secara khusus kebiasaan makan seluruh relawan di bank data.

Guna mempelajari lebih lanjut tentang dampak perilaku makan terhadap harapan hidup, mereka mengelompokkan orang berdasarkan pola makan, dan mencatat perubahan pola makan mereka selama bertahun-tahun.

Dengan membandingkan hasil dari orang-orang yang beralih dari pola makan tidak sehat ke pola makan sehat dengan orang-orang yang tidak beralih ke pola makan yang lebih sehat, tim riset menemukan bahwa peralihan ke pola makan yang lebih sehat dapat menambah tahun harapan hidup.

Lebih khusus lagi, mereka menemukan bahwa orang paruh baya yang beralih dari pola makan tidak sehat ke pola makan sehat dan mempertahankan pola ini rata-rata menambah usia hidup mereka hampir 10 tahun.

Peralihan di kemudian hari juga menambah tahun, tetapi tidak sebanyak itu.

Atas temuan itu para peneliti menyarankan agar pemerintah dan otoritas kesehatan dapat memanfaatkan kebijakan untuk meningkatkan harapan hidup masyarakat secara umum, seperti menambahkan pajak pada makanan tidak sehat dan mensubsidi makanan sehat, demikian laporan Network x Science. (BS)