Berandasehat.id – Polusi udara dapat memicu lebih banyak serangan asma pada anak-anak dan remaja di area lingkungan terdampak. Bahkan kadar ozon dan partikulat halus di udara dalam jumlah sedang (dua bahan yang menyebabkan kabut asap) tampaknya meningkatkan risiko serangan asma pada anak-anak.

“Hubungan kuat yang ditunjukkan penelitian ini antara polutan udara tertentu pada anak-anak di komunitas miskin perkotaan dan serangan asma non-virus semakin menambah bukti bahwa mengurangi polusi udara akan meningkatkan kesehatan manusia,” kata Dr. Hugh Auchincloss, pejabat direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) Amerika Serikat dikutip Healthday.

Penelitian iyu juga mengaitkan kedua polutan tersebut dengan perubahan berbeda pada saluran pernapasan anak-anak yang dapat memicu serangan asma, menurut pemimpin penelitian Dr. Matthew Altman, profesor di departemen kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Washington, di Seattle.
Ini adalah pertama kalinya peningkatan kadar polutan udara tertentu di lokasi perkotaan tertentu dikaitkan dengan risiko serangan asma.

Ilustrasi anak memakai masker (dok ist)

Selama serangan asma, peradangan menyebabkan lapisan saluran udara membengkak ketika otot-otot di sekitar saluran udara berkontraksi dan lendir membanjiri saluran tersebut. Semua itu secara substansial mempersempit ruang yang dilalui udara masuk dan keluar dari paru.

Dengan menganalisis sampel sel hidung yang diperoleh dari anak-anak, para peneliti lebih lanjut menemukan bahwa peningkatan kadar polutan tersebut mempengaruhi ekspresi gen yang berperan dalam peradangan saluran napas. Hasil studi dapat mengarah pada pengobatan yang dapat melawan dampak berbahaya dari polusi udara pada saluran pernapasan manusia.

Temuan ini juga menunjukkan bahwa penderita asma mungkin mendapat manfaat dengan selalu membawa monitor kualitas udara pribadi, yang dapat memperingatkan mereka tentang kondisi yang berkontribusi terhadap serangan asma, demikian simpul studi yang telah dipublikasikan di jurnal The Lancet Planetary Health.