Berandasehat.id – Kimchi, makanan nasional Korea Selatan, banyak mengandung komponen gizi penting, di antaranya beta-karoten dan senyawa antioksidan lainnya yang dapat membantu mengurangi risiko kondisi kesehatan serius seperti stroke, kanker, diabetes, dan penyakit jantung.
Selain beta karoten, kimchi juga merupakan sumber berbagai gizi, di antaranya vitamin A, C, K, folat, kolin, kalium, dan kalsium.
Satu porsi kimchi mengandung kalori 23, protein 1 gram, lemak kurang dari 1 gram, karbohidrat 4 gram, serat 2 gram, dan gula 2 gram.
Pamor kimchi meningkat karena manfaatnya dalam menjaga kesehatan. Status sayuran fermentasi itu sebagai probiotik bermanfaat bagi banyak orang, namun tetap mengandung bakteri hidup. Bakteri yang digunakan untuk memfermentasi kimchi aman dikonsumsi.
Namun jika kimchi tidak diolah atau disimpan dengan benar, proses fermentasi dapat menyebabkan keracunan makanan. Akibatnya, orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah harus berhati-hati saat mengonsumsi kimchi atau makanan fermentasi lainnya, demikian menurut laman WebMD.

Ada banyak resep membuat kimchi sendiri di rumah. Bagian terpenting dalam pembuatan kimchi adalah menjaganya pada suhu dingin dan stabil agar dapat berfermentasi sebelum bakteri yang tidak diinginkan dapat tumbuh. Namun bisa juga membelinya dalam kondisi sudah jadi di toko yang khusus menjual makanan Korea.
Kimchi bisa dimakan sendiri, sebagai lauk, atau sebagai bahan makanan lain. Rasanya yang pedas dan tajam merupakan pelengkap yang sangat baik untuk makanan gurih, dan sering kali dipadukan dengan hidangan kaya rasa untuk menambah kontras pada suatu makanan.
Sayuran asam ini dapat dicampurkan ke dalam hidangan gurih seperti kentang goreng atau panekuk kentang, sebagai isian telur dadar, membuat bibimbap dengan kimchi, atau bahkan menambahkan kimchi ke dalam nasi goreng buatan sendiri atau sandwich. (BS)