Berandasehat.id – Udang merupakan salah satu makanan laut kaya gizi dan kerap dituding memicu kolesterol tinggi. Dengan anggapan itu, banyak orang menghindari makan udang. Tapi apakah anggapan itu benar atau sebatas mitos?
Dikutip dari laman BBC Good Food, udang merupakan sumber vitamin B yang bermanfaat, termasuk B12 dan folat. Vitamin ini berperan penting dalam produksi energi dan pengisian sel darah merah.
Udang menyediakan sekitar 22 kali lipat kadar vitamin E dari ayam atau daging sapi. Vitamin yang larut dalam lemak ini bertindak sebagai antioksidan dan mungkin melindungi terhadap penyakit jantung dan kanker.
Selain itu, udang adalah sumber mineral yang sulit didapat, seperti yodium, seng, dan selenium. Kita membutuhkan yodium untuk mendukung fungsi kelenjar tiroid agar bekerja dengan benar, sementara seng dan selenium mendukung sistem kekebalan tubuh.
Udang juga sumber antioksidan. Rona merah jambu berkat senyawa yang disebut astaxanthin, yang diperoleh melalui alga yang dimakan udang. Senyawa ini memiliki sifat antiradang dan dapat mengurangi risiko beberapa penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan kanker, serta bermanfaat bagi kesehatan kulit.

Yang mungkin tidak banyak diketahui, udang dapat mendukung penurunan berat badan. Makanan laut seperti udang merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang mudah dicerna. Produk pangan ini juga rendah kalori dan lemak dan mungkin berguna untuk dimasukkan dalam rencana penurunan berat badan.
Udang merupakan salah satu dari dua porsi makanan laut yang direkomendasikan per minggu. Pola makan yang sehat dan seimbang harus mencakup setidaknya dua porsi ikan atau makanan laut per minggu, dan satu porsi harus berupa jenis ikan yang berminyak. Jenis kerang-kerangan, seperti udang, merupakan salah satu porsi yang direkomendasikan ini.
Apakah udang aman untuk semua orang?Udang secara alami mengandung kolesterol, namun juga rendah lemak jenuhnya, yang berarti makan udang tidak akan meningkatkan apa yang disebut kolesterol ‘jahat’ atau LDL.
Oleh karena itu, The British Heart Foundation merekomendasikan untuk menikmati kerang, termasuk udang, sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Udang juga mengandung kadar natrium yang relatif tinggi jika dibandingkan dengan ikan putih seperti cod, jadi bagi orang yang mengikuti diet rendah garam, mungkin perlu membatasi asupannya.
Crustacea seperti udang dikategorikan sebagai salah satu dari 14 alergen umum di Inggris dan oleh karena itu harus dicantumkan pada label makanan. Reaksi alergi parah yang dikenal sebagai anafilaksis adalah keadaan darurat medis dan memerlukan perhatian segera. Jangan lupa, kerang – termasuk udang – yang tidak segar atau tidak disimpan atau diolah dengan benar dapat menjadi penyebab keracunan makanan. (BS)