Berandasehat.id – Terapi akupuntur dapat meningkatkan fungsi bahasa pada pasien dengan afasia motorik pasca stroke. Boxuan Li, dari First Teaching Hospital of Tianjin University of Traditional Chinese Medicine di Tiongkok, dan rekannya menyelidiki efek akupuntur pada fungsi bahasa, fungsi neurologis, dan kualitas hidup pada pasien dengan afasia motorik pasca stroke.
Analisis itu melibatkan 252 pasien dewasa dengan afasia motorik pasca stroke (21 Oktober 2019 hingga 13 November 2021) yang secara acak menjalani akupuntur manual atau akupuntur palsu selama enam minggu.
Para peneliti menemukan bahwa dibandingkan dengan pengobatan palsu, kelompok akupuntur manual mengalami peningkatan yang signifikan dalam hasil bagi afasia (AQ) dari Baterai Afasia Barat (selisih, 7,99 poin) dan skor Profil Komunikasi Fungsional Tiongkok (CFCP) (selisih, 23,51 poin) pada minggu 6.

Perbaikan yang signifikan ini bertahan hingga enam bulan masa tindak lanjut (AQ: perbedaan, 10,34; CFCP: perbedaan, 27,43).
“Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa afasia motorik pasca stroke adalah kondisi dominan yang dipengaruhi oleh pengobatan akupuntur, menunjukkan bahwa akupuntur dapat berfungsi sebagai pengobatan tambahan untuk pasien dengan afasia motorik pasca stroke,” kata penulis dilaporkan Healthday.
Tim peneliti menambahkan, efek klinis dan hasil keamanan memberikan bukti bagi pembuat kebijakan, dokter, dan pasien mengenai pengelolaan afasia pasca stroke dengan akupunktur.
Hasil studi telah dipublikasikan online pada 22 Januari di JAMA Network Open. (BS)