Berandasehat.id – Pola makan sehat penting, lebih dari sekadar ukuran pinggang. Apa yang kita makan dan minum mempengaruhi kadar kolesterol dan trigliserida. Bagi orang yang memiliki kadar kolesterol atau trigliserida tinggi, dokter mungkin merekomendasikan untuk mengikuti diet penurun kolesterol.

Kolesterol tinggi dapat menyebabkan arteri jantung mengeras, suatu kondisi yang disebut aterosklerosis, yang dapat memicu penyakit arteri koroner. Selain itu, arteri yang mengeras memungkinkan lapisan yang disebut plak menumpuk dan menyumbat sebagian arteri. Arteri yang tersumbat dapat menyebabkan rendahnya aliran darah di jantung dan nyeri dada, demikian penjelasan Ripu Singh, M.D., ahli jantung di Mayo Clinic Health System di Mankato dan Waseca.

Lebih dekat dengan trigliserida dan kolesterol

Trigliserida dan kolesterol adalah jenis lipid, atau lemak, yang bersirkulasi dalam darah. Trigliserida menyimpan kalori yang tidak terpakai dan memberi energi pada tubuh.

Kolesterol digunakan untuk membangun sel dan hormon tertentu. Kolesterol dibuat terutama oleh hati tetapi juga bisa masuk ke tubuh melalui makanan yang kita konsumsi yang mengandung lemak hewani. Makanan yang berasal dari hewan atau mengandung lemak hewani antara lain daging, kuning telur, lemak babi, dan produk susu. “Jenis dan jumlah lemak yang kita makan dapat mempengaruhi jumlah kolesterol yang dihasilkan tubuh,” terang Singh.

Tubuh manusia membuat trigliserida dari kelebihan kalori, apapun sumber kalorinya, seperti lemak, protein, atau karbohidrat. Trigliserida juga terbuat dari kelebihan gula dan alkohol. Kadar trigliserida yang tinggi merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Tips kontrol kolesterol dan trigliserida

Tim layanan kesehatan dapat merekomendasikan beberapa perubahan gaya hidup berikut untuk meningkatkan kadar kolesterol darah dan menurunkan kadar trigliserida, di antaranya:

* Makan makanan nabati. Makan lebih banyak makanan berserat tinggi dari tumbuhan. Pilih 100% biji-bijian, buah utuh, dan sayuran.

* Berolahraga secara teratur. Pertahankan berat badan yang sehat.

* Batasi atau hindari lemak trans. Lemak trans dapat meningkatkan kolesterol darah.

* Batasi asupan makanan tinggi kolesterol. Kurangi konsumsi makanan seperti kuning telur, jeroan, lemak hewani, dan produk susu tinggi lemak.

* Turunkan total asupan lemak. Semua minyak dan lemak tinggi kalori.

* Turunkan asupan lemak jenuh. Lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol darah.

* Ganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Lemak tak jenuh tunggal lebih baik, namun lemak tak jenuh ganda tidak masalah.

Singh menekankan, kita tetap bisa menikmati makanan favorit namun harus memprioritaskan pola makan yang menyehatkan jantung dan konsumsi makanan yang kurang sehat dalam jumlah sedang saja. “Perubahan kecil dapat berdampak besar dalam mengurangi risiko penyakit jantung,” tandasnya. (BS)