Berandasehat.id – Agar badan tetap bugar selama Ramadan, sebaiknya olahraga yang sudah rutin dijalankan tetap dilakukan. Namun, berolahraga selama Ramadan harus menyesuaikan waktu, agar tidak dehidrasi karena berpuasa seharian penuh sekaligus mencegah kemungkinan cedera.

Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Sports Injury, dr Yohannes Toban Layuk Allo, M Kes, SpOT(K) dari RS Pondok Indah mengatakan, olahraga selama Ramadan sebaiknya dilakukan dekat dengan waktu berbuka. Jadi, jika muncul rasa haus dapat segera minum.

Berolahraga di bulan Ramadan, sebut dr. Toban, harus pintar mengenali kemampuan diri sendiri dan tidak perlu memaksakan diri. Selain itu, dia juga tidak merekomendasikan jenis olahraga khusus selama Ramadan. “Yang sudah biasa dilakukan saja. Kalau biasa futsal silakan, yang penting kenali diri misalnya jadi cuma 15 menit,” ujarnya di acara temu media yang dihelat RS Pondok Indah Group di Jakarta, baru-baru ini.

Hal yang perlu diwaspadai saat olahraga adalah kemungkinan cedera, khususnya saat berpuasa. Dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah Bintaro Jaya tersebut mengatakan tidak semua orang seperti atlet – yang bisa mengukur diri dan mampu olahraga dengan baik bahkan bertanding – ketika sedang berpuasa.

dr Yohannes Toban Layuk Allo, M Kes, SpOT(K) – dok. Berandasehat.id

“Ketika dehidrasi, maka mengalami risiko cedera akan lebih tinggi. Saat puasa itu berisiko dehidrasi dan ketegangan otot kan lebih tinggi dalam kondisi dehidrasi. Saat puasa, gula turun, pusing, kurang konsentrasi, mengurangi perfirma sehingga risiko cedera tinggi,” terang dr. Toban.

Untuk meminimalkan kemungkinan cedera dan dehidrasi, dr. Toban berbagi tips menjalankan olahraga selama puasa Ramadan dalam uraian berikut:

1. Pilih waktu yang tepat

Setiap orang memiliki preferensi berbeda kapan waktu melakukan olahraga selama puasa Ramadan. Ada orang yang memilih satu jam menjelang berbuka karena berpikir sesudah capek maka tinggal makan. Ada pula yang tidak kuat karena lapar, jadi berolahraga setelah berbuka. “Tidak ada saran yang sama untuk setiap orang karena bisa berbeda kondisi,” ujar dr. Toban.

2. Pilih jenis olahraga yang cocok

Misalnya, pilih olahraga yang sudah biasa dilakukan. Atau jika ingin memulai olahraga baru, bekali dengan pengetahuan yang memadai.

3. Atur durasi, frekuensi dan intensitas

Kondisi berpuasa dengan hari biasa. Jadi tidak ada salahnya mengurangi durasi ketika berpuasa.

4. Kenali tubuh sendiri

Kemampuan tubuh ketika hari biasa dan saat berpuasa bisa saja berbeda. Ada yang merasa perlu mengurangi intensitas atau tidak masalah berolahraga seperti hari biasa. “Penting untuk mengenali kemampuan dan tidak perlu memaksakan diri,” saran dr. Toban.

5. Pastikan cukup tidur

Otot yang melah karena kurang tidur bisa meningkatkan peluang cedera lebih tinggi.

6. Konsumsi gizi seimbang

Asupan gizi seimbang ketika sahur dan berbuka sangat penting untuk bekal berpuasa, sehingga tidak lemas saat olahraga di bulan Ramadan. (BS)