Berandasehat.id – Lemak visceral adalah lemak yang membungkus organ-organ di perut yang berada jauh di dalam tubuh. Lemak yang menjadi bagian dari lemak perut Itu dapat mengelilingi hati, usus, lambung, dan organ dalam lainnya.

Memiliki lemak visceral adalah hal yang sehat dan normal – semua orang memilikinya, hanya jumlahnya yang berbeda. Lemak ini dapat melindungi organ dalam. Lemak visceral juga disebut sebagai lemak aktif karena mempengaruhi fungsi tubuh. Tapi terlalu banyak lemak visceral tidak baik untuk kesehatan, karena memiliki risiko lebih besar terhadap masalah kesehatan, seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke.

Meskipun jenis lemak ini mungkin sejalan dengan perut yang lebih besar yang terlihat dari luar, sejatinya kita tidak dapat melihat lemak visceral. Mungkin saja kita memiliki perut rata dan sedikit lemak yang terlihat namun masih memiliki lemak visceral di dalam tubuh. Biasanya jumlah lemak visceral yang dimiliki akan meningkat seiring dengan lemak tubuh lainnya, menurut laporan WebMD.

Lemak visceral vs lemak subkutan

Subkutan berarti di bawah kulit. Jadi lemak subkutan adalah lemak yang berada tepat di bawah kulit. Mungkin sebagian orang memiliki lebih banyak lemak jenis ini di sekitar pinggul, pantat, paha, dan perut. Kita bisa mencubit lemak jenis ini. Namun tidak demikian halnya dengan lemak lemak visceral karena letaknya terlalu dalam di bawah otot perut, tempat sebagian besar organ dalam berada.

Bagi kebanyakan orang, sekitar 90% lemak tubuh berada di subkutan atau di bawah kulit, sementara 10% lainnya adalah lemak visceral yang lebih dalam.

Risiko kesehatan dari lemak visceral

Terlalu banyak lemak tubuh dapat menimbulkan risiko kesehatan. Namun dibandingkan dengan lemak yang berada tepat di bawah kulit, jenis lemak visceral lebih cenderung meningkatkan risiko masalah kesehatan serius. Penyakit jantung, Alzheimer, kanker, diabetes tipe 2, stroke, dan kolesterol tinggi adalah beberapa kondisi yang sangat terkait dengan terlalu banyak lemak di perut.

Para peneliti menduga bahwa lemak visceral menghasilkan lebih banyak protein tertentu yang ‘mengobarkan’ jaringan dan organ tubuh serta mempersempit pembuluh darah. Hal ini dapat membuat tekanan darah naik dan menyebabkan masalah lainnya.

Lemak visceral dan penyakit jantung

Penelitian telah menunjukkan hubungan antara lemak visceral dan penyakit jantung. Misalnya, sebuah penelitian menemukan bahwa wanita dengan pinggang terbesar dibandingkan ukuran pinggulnya dua kali lebih mungkin terkena penyakit jantung. Sebaliknya, wanita sehat yang tidak merokok mengalami peningkatan risiko penyakit jantung sebesar 10% karena ukuran pinggang mereka bertambah 2 inci. Namun sebagian besar penelitian tidak mengukur lemak visceral secara langsung.

Lemak visceral dan penyakit Alzheimer

Studi lain menemukan bahwa orang dengan lebih banyak lemak perut dan lemak visceral memiliki risiko tiga kali lipat terkena demensia termasuk penyakit Alzheimer dibandingkan dengan orang dengan sedikit lemak perut.

Lemak visceral dan kanker

Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara lemak visceral dan kanker, termasuk kanker kolorektal. Dalam sebuah penelitian, orang dengan lemak visceral terbanyak tiga kali lebih mungkin terkena polip prakanker di usus besar mereka.

Lemak visceral dan diabetes tipe 2

Memiliki lebih banyak lemak visceral dikaitkan dengan resistensi insulin, yang meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Lemak visceral dan stroke

Meskipun penyebabnya tidak jelas, penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki lebih banyak lemak visceral lebih mungkin terkena stroke. Lemak visceral juga memiliki risiko lebih besar terkena stroke pada usia lebih dini.

Lemak visceral dan kolesterol tinggi

Lemak visceral memiliki hubungan langsung dengan kadar kolesterol yang lebih tinggi, termasuk kolesterol LDL yang lazim disebut kolesterol jahat dalam aliran darah.

Lemak visceral dan tekanan darah tinggi

Lemak visceral juga dikaitkan dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi. (BS)