Berandasehat.id – Ketika ancaman langsung dari COVID-19 mereda, penyelidikan terhadap dampak jangka panjang dari virus ini tetap penting. Sebuah studi baru yang dipimpin oleh para peneliti di Emory AI.Health menyoroti kerusakan paru-paru signifikan yang disebabkan oleh serangan COVID-19 parah.

Studi yang dipublikasikan di Computers in Medicine and Biology itu memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis CT scan terhadap lebih dari 3.400 pasien di berbagai institusi.

Pasien-pasien ini dikategorikan ke dalam tiga kelompok: Individu sehat, pasien dengan COVID-19 ringan, dan pasien dengan COVID-19 parah yang memerlukan dukungan ventilator.

Analisis tersebut mengungkap bahwa pasien dengan COVID-19 parah mengalami kelainan bentuk yang signifikan pada permukaan paru, terutama di sepanjang permukaan mediastinum dan basal. Temuan ini sangat penting untuk memahami potensi dampak jangka panjang dari penyakit.

Para peneliti berpendapat bahwa kelainan paru kemungkinan besar akan mengganggu fungsi organ pernapasan yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup manusia, serta berpotensi meningkatkan angka kematian secara keseluruhan.

Peran AI dalam analisis paru

Teknologi AI yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jaringan konvolusional sisa 3D untuk mensegmentasi dan menganalisis gambar paru. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk membuat peta detail deformasi paru, mengidentifikasi area kerusakan tertentu.

Dengan membandingkan gambar paru orang sehat dengan gambar pasien COVID-19 ringan dan berat, AI memberikan peta deformasi paru yang komprehensif, menyoroti tingkat kerusakan yang disebabkan oleh COVID-19 parah.

Salah satu tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan bagaimana AI dapat mengevaluasi secara sistematis dampak jangka panjang COVID-19 terhadap organ dalam. Kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengukur kerusakan paru melalui AI tidak hanya membantu para peneliti memahami dampak langsung dari COVID-19 parah, namun juga memberikan wawasan tentang potensi dampak jangka panjang terhadap fungsi paru.

“Meskipun fase akut COVID-19 sebagian besar telah berhasil dimitigasi, persistensi dan dampak COVID-19 dalam jangka panjang masih menjadi kekhawatiran. Analisis AI kami mengidentifikasi area kerusakan paru-paru tertentu yang dapat menimbulkan konsekuensi jangka panjang,” kata Anant Madabhushi, Ph.D., direktur eksekutif Emory AI.Health dan peneliti utama studi.

“COVID-19 dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, kerusakan paru parah, dan infeksi darah, yang dapat menyebabkan masalah paru jangka panjang seperti jaringan parut dan masalah pernapasan kronis. Meskipun ada orang yang bisa pulih sepenuhnya, ada pula yang mungkin mengalami kerusakan paru permanen,” kata Amogh Hiremath, ilmuwan AI di Picture Health dan penulis pertama studi ini.

Memahami bagaimana COVID-19 mempengaruhi paru pada tahap awal dapat membantu memahami dan mengobati penyakit ini dengan lebih baik, tandas Hiremath. (BS)