Berandasehat.id – Obat yang selama ini dipakai untuk perawatan diabetes, metformin, kemungkinan besar juga dapat berguna untuk mengendalikan pertumbuhan tumor. Peneliti Universitas Flinders telah menganalisis bagaimana pengobatan antidiabetes dapat membantu mengendalikan pertumbuhan tumor, sehingga berpotensi membuka jalan bagi desain pengobatan kanker yang lebih baik.
Studi baru ini menyelidiki apa yang terjadi ketika metformin digunakan untuk mengobati sel kanker kolorektal, dan dalam prosesnya menunjukkan bahwa obat itu dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan terapi kanker baru.
Studi epidemiologi sebelumnya menunjukkan bahwa mengonsumsi metformin membantu melindungi pasien diabetes dari berkembangnya beberapa jenis kanker termasuk kanker usus (kolorektal).
Para peneliti Flinders berusaha memahami bagaimana penggunaan obat metformin berdampak pada sel kanker dan bagaimana hal ini dapat membantu pengobatan kanker di masa depan.
“Dengan menggunakan teknik terbaru, kami menganalisis bagaimana metformin membantu menghentikan pertumbuhan dan penggandaan sel kanker kolorektal dengan mengendalikan ‘jalur’ tertentu di dalam sel yang membantu mengatur pertumbuhan dan pembelahan,” kata penulis utama Dr. Ayla Orang dari Flinders University dikutip laman MedicalXpress.

Penelitian itu menunjukkan bahwa metformin menggunakan potongan kecil RNA (disebut microRNAs) untuk bertindak sebagai ‘pemutus sirkuit’ dan mematikan gen tertentu yang terlibat dalam pertumbuhan dan pembelahan sel, sehingga ada kemungkinan bahwa temuan tersebut pada akhirnya bisa menjadi bukti untuk digunakan dalam pengembangan terapi kanker bertarget baru.
“Secara khusus, kami menemukan bahwa metformin meningkatkan kadar microRNA tertentu, seperti miR-2110 dan miR-132-3p, yang kemudian menargetkan gen tertentu dan memperlambat pertumbuhan dan perkembangan tumor. Dengan informasi ini kami mungkin dapat mengembangkan terapi berbasis RNA—pengobatan baru untuk kanker yang menargetkan molekul RNA (seperti mikroRNA),” kata Orang.
Penelitian bertajuk ‘Restricting Colorectal Cancer Cell Metabolism with Metformin: An Integrated Transcriptomics Study’ menggunakan teknik canggih untuk mempelajari microRNA, dan seluruh rangkaian gen yang diekspresikan dalam sel kanker usus besar, untuk membantu memahami bagaimana metformin mempengaruhi sel.
Metformin meningkatkan kadar microRNA tertentu (miR-2110 dan miR-132-3p) yang menargetkan gen tertentu (PIK3R3). Proses ini membantu memperlambat pertumbuhan sel kanker dan menghentikannya berkembang biak terlalu cepat. Gen lain (STMN1) juga ditargetkan oleh mikroRNA yang berbeda, yang menyebabkan pertumbuhan sel lebih lambat dan siklus sel tertunda.
Penulis senior studi, Associate Professor Michael Michael dan Profesor Janni Petersen mengatakan bahwa hasil ini merupakan langkah maju dalam pemahaman kita tentang cara metformin mengganggu pertumbuhan sel kanker dan bagaimana obat itu dapat digunakan untuk melawan kanker.
“Penelitian kami memberikan wawasan baru tentang mekanisme molekuler tentang cara kerja metformin, dan bagaimana kami dapat menargetkan gen yang bertanggung jawab untuk mengubah sel normal menjadi kanker,” kata Associate Professor Michael.
“Hal ini penting karena menunjukkan potensi metformin sebagai agen pencegahan untuk mengurangi pertumbuhan kanker di usus, dan munculnya terapi RNA sebagai jalan baru yang menjanjikan untuk mengeksplorasi kemanjuran klinis dari temuan ini. Kita perlu menyelidiki lebih lanjut potensi manfaat terapeutik dari menargetkan miRNA atau jalur tertentu menggunakan terapi berbasis RNA untuk pengobatan kanker,” lanjutnya.
Setelah menggunakan metformin untuk mengungkap metabolisme dalam sel kanker, tahap penelitian berikutnya berfokus pada jalur sel tertentu, yang akan mengarah pada penelitian pada hewan dan kemudian uji klinis pada manusia.
Makalah itu telah diterbitkan di jurnal Cancers. (BS)