Berandasehat.id – Komplikasi mikrovaskular adalah masalah umum jangka panjang yang terkait dengan diabetes, yang berdampak pada pembuluh darah kecil. Komplikasi ini biasanya meliputi retinopati (kerusakan pembuluh darah mata), nefropati (kerusakan pembuluh darah ginjal), dan neuropati (kerusakan saraf).

Kurang tidur diketahui meningkatkan komplikasi diabetes. Bagaimana halnya dengan terlalu banyak tidur? Ternyata keduanya memiliki dampak kurang lebih serupa. Para peneliti mengatakan bahwa bagi pasien diabetes, kurang tidur atau kelebihan dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah kecil.

Dalam sebuah studi baru, para peneliti mengeksplorasi hubungan antara durasi tidur dan penyakit mikrovaskular pada individu yang baru didiagnosis menderita diabetes tipe 2.

Peneliti menemukan bahwa durasi tidur pendek dikaitkan dengan risiko penyakit mikrovaskular 2,6 kali lebih tinggi, sedangkan durasi tidur panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit mikrovaskular sebesar 2,3 kali lipat.

Para peneliti memantau durasi tidur sekitar 400 orang penderita diabetes tipe 2. Mereka mendefinisikan tidur singkat kurang dari tujuh jam dan tidur panjang sembilan jam atau lebih. Tim lantas mencatat bahwa sekitar 12% pasien mengalami tidur pendek, sementara 28% rata-rata mengalami tidur panjang.

Studi tersebut mengungkap bahwa 38% dari responden yang tidurnya singkat dan 31% dari mereka yang tidur lama menunjukkan tanda-tanda kerusakan kecil pada pembuluh darah. Hal itu menggarisbawahi dampak signifikan dari kurang atau tidur berlebih terhadap kesehatan pembuluh darah pada penderita diabetes.

Lebih lanjut peneliti mengamati bahwa risiko komplikasi mikrovaskular meningkat seiring bertambahnya usia. Misalnya, penderita diabetes berusia di atas 62 tahun yang mengalami waktu tidur pendek memiliki risiko 5,7 kali lebih tinggi terkena penyakit pembuluh darah kecil.

“Pada pasien diabetes tipe 2 yang baru didiagnosis, durasi tidur pendek dan panjang dikaitkan dengan prevalensi penyakit mikrovaskular yang lebih tinggi dibandingkan dengan durasi tidur optimal di malam hari. Usia memperkuat hubungan antara durasi tidur pendek dan penyakit mikrovaskular, menunjukkan peningkatan kerentanan di antara individu yang lebih tua,” kata peneliti dalam keterangannya.

Temuan penelitian ini akan dipresentasikan pada Pertemuan Tahunan Asosiasi Eropa untuk Studi Diabetes tahun ini, yang akan berlangsung di Madrid, September mendatang.

Para peneliti mengingatkan bahwa temuan ini harus dianggap sebagai temuan awal sampai dipublikasikan dalam jurnal peer-review (ditinjau sejawat) dan diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami dampak kurang tidur pada penderita diabetes.

“Perubahan gaya hidup pada pasien diabetes tipe 2 mungkin termasuk intervensi tidur. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui peran durasi dan kualitas tidur pada pasien ini,” simpul peneliti dilaporkan Medical Daily. (BS)