Berandasehat.id – Pejabat kesehatan di negara bagian Kerala, India selatan, telah mengeluarkan peringatan akan adanya wabah virus Nipah setelah seorang anak laki-laki berusia 14 tahun dari negara bagian tersebut meninggal karena infeksi fatal.

Nipah adalah virus zoonosis yang umumnya ditemukan pada kelelawar buah dan menular ke manusia dan hewan lain, seperti babi, melalui kontak dekat atau melalui cairan tubuh makhluk yang terinfeksi.

Virus Nipah juga dapat ditularkan langsung dari orang ke orang melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi.

Setelah tertular, infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi parah, termasuk infeksi saluran pernapasan akut dan ensefalitis yang fatal.

Karena belum tersedianya vaksin atau obat, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan Nipah sebagai patogen prioritas karena potensinya yang tinggi untuk menyebabkan epidemi.

Anak laki-laki yang terinfeksi, yang telah menunjukkan gejala selama sekitar 10 hari, meninggal secara tragis pada hari Minggu karena serangan jantung saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Spesimen virus Nipah (dok. ist)

Menanggapi wabah tersebut, para pejabat telah mengidentifikasi 60 orang yang melakukan kontak dekat dengan anak laki-laki tersebut sebagai kategori berisiko tinggi untuk berpotensi tertular.

Dalam wabah infeksi serupa pada tahun 2018, 17 orang meninggal di negara bagian tersebut.

Kebangkitan virus ini telah mendorong para pejabat untuk menerapkan langkah-langkah pengendalian yang ketat, karena infeksi ini memiliki tingkat kematian sekitar 40 hingga 75% dan berpotensi memicu pandemi baru.

Tanda-tanda infeksi virus Nipah

Tanda-tanda infeksi virus Nipah bisa muncul dalam waktu tiga hari hingga dua minggu setelah terpapar. Gejala awalnya berupa demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, muntah, dan kesulitan bernapas.

Ketika penyakit ini berkembang, pasien mungkin mengalami disorientasi, mengantuk, kebingungan, kejang, dan koma.

Pada individu yang sembuh dari infeksi, terdapat laporan kejang dan perubahan kepribadian.

Pencegahan infeksi virus Nipah

Jika virus Nipah terdeteksi pada hewan, WHO menyarankan untuk segera melakukan karantina di tempat yang terkena dampak. Untuk mencegah penularan ke manusia, memusnahkan hewan yang terinfeksi dan memastikan bangkainya dikubur atau dibakar dengan protokol yang ketat sangatlah penting.

Selain itu, membatasi atau melarang pergerakan hewan dari peternakan yang terinfeksi memainkan peran penting dalam membendung penyakit dan menghentikan penyebarannya.

Untuk mengekang penularan virus dari manusia ke manusia, penting untuk menghindari kontak fisik yang dekat dan tidak terlindungi dengan orang yang terinfeksi.

Mencuci tangan secara teratur setelah merawat atau mengunjungi orang sakit juga penting dalam mencegah penyebaran penyakit.

Tenaga kesehatan disarankan untuk mengenakan pakaian pelindung, sarung tangan, pelindung mata, dan respirator N95 saat menangani pasien yang diduga menderita penyakit ini. (BS)