Berandasehat.id – Bagi penyuka kopi, tiada hari tanpa menikmati menyesap satu, dua, tiga cangkir kopi dalam satu hari – bahkan lebih. Kebanyakan orang minum kopi di pagi hari, tetapi beberapa orang mengonsumsinya sepanjang hari, termasuk selama bekerja, sebelum berolahraga, dan bahkan sebagai minuman setelah makan malam.

Meskipun asupan kopi secara umum dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan, mulai dari mengurangi risiko kondisi seperti diabetes tipe 2 dan kanker hati hingga meningkatkan kinerja olahraga, namun masih muncul pertanyaan apakah waktu mengonsumsi kafein membuat perbedaan bagi kesehatan.

Sudah diketahui bahwa kopi mengandung kafein, stimulan sistem saraf pusat yang membuat kita merasa lebih waspada dan berenergi. Kafein dapat memengaruhi tingkat energi, gula darah, kualitas tidur, dan kadar hormon tertentu.

Dampak minum kopi pagi hari

Karena kopi mengandung sekitar 92 miligram (mg) kafein per cangkir, minuman ini dapat membantu meningkatkan tingkat energi dan membantu untuk lebih terjaga di pagi hari. Namun, beberapa orang berpendapat bahwa mengonsumsi kopi di pagi hari dapat berdampak negatif pada kesehatan karena efeknya pada gula darah dan hormon tertentu, misalnya kortisol.

Beberapa orang menghindari minum kopi di pagi hari karena mereka pikir kopi berdampak negatif pada hormon stres kortisol. Kortisol berperan penting dalam mengatur fungsi kekebalan tubuh, metabolisme, peradangan, dan stres.

Meskipun kortisol penting untuk kesehatan, peningkatan kadar kortisol merugikan tubuh dan dikaitkan dengan kondisi medis seperti kolesterol tinggi, gula darah tinggi, hipertensi (tekanan darah tinggi), dan lemak perut (lemak visceral) berlebih.

Walaupun beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan kadar kortisol untuk sementara waktu pada populasi tertentu – misalnya saat sedang stres – penelitian menunjukkan bahwa minum kopi berkafein tidak secara signifikan mempengaruhi kadar kortisol pada orang yang rutin minum kopi.

Sebuah penelitian terhadap 148 orang menemukan bahwa penggunaan kafein secara teratur tidak secara signifikan mempengaruhi kadar kortisol dasar atau memicu fluktuasi kadar kortisol. Namun, penelitian tersebut menemukan bahwa penggunaan kafein meningkatkan kadar kortisol saat peserta terpapar situasi yang membuat stres.

Itu berarti bahwa, meskipun kita tidak perlu khawatir tentang kopi berkafein yang mempengaruhi kadar kortisol secara umum, namun mungkin perlu mengurangi asupan kafein jika sedang stres, seperti saat sakit, kurang tidur, atau mengalami hari yang sangat menegangkan.

Pengaruh kopi pada gula darah

Meskipun tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa kita mungkin harus menunda minum kopi di pagi hari berdasarkan efeknya pada kortisol, namun itu mungkin penting untuk kontrol gula darah yang lebih baik.

Penelitian lain yang melibatkan 29 orang dewasa menemukan bahwa ketika peserta minum kopi setelah semalam mengalami gangguan tidur, hal itu berdampak negatif pada toleransi glukosa, atau seberapa baik tubuh menggunakan dan mengatur gula darah.

Ketika peserta yang kurang tidur mengonsumsi kopi hitam yang mengandung 300 mg kafein 30 menit sebelum minum minuman manis, respons gula darah mereka terhadap minuman tersebut meningkat secara signifikan sekitar 50%.

Ini berarti minum kopi sebelum makan, seperti makanan yang mengandung banyak gula, dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mempertahankan kadar gula darah yang sehat, terutama setelah semalam tidur terganggu atau kurang tidur.

Bila memiliki gula darah tinggi atau masalah tidur, mungkin sebaiknya konsumsi makanan kaya protein sebelum minum secangkir kopi pagi, demikian laporan Health. (BS)