Berandasehat.id – Sejak lama diketahui musik menjadi salah satu terapi untuk meringankan sakit, baik fisik maupun mental. Terapi musik sejak lama diyakini dapat meningkatkan kesehatan, mengelola stres, mengurangi rasa sakit, mengekspresikan perasaan, meningkatkan memori dan komunikasi, hingga rehabilitasi fisik

Selain mampu meningkatkan kesehatan mental, terapi musik juga diyakini dapat memperbaiki kualitas hidup seseorang yang memiliki masalah kesehatan fisik. Penelitian di McGill University Montreal menunjukkan bahwa mendengarkan musik dapat memicu pelepasan hormon dopamin.

Manfaat musik lainnya adalah mengatasi atau mengelola stres. Riset menunjukkan bahwa orang yang mendengarkan musik akan lebih cepat pulih dari stres yang dialami daripada mereka yang tidak. Ini karena mendengarkan musik akan mengurangi pelepasan hormon kortisol atau hormon stres dalam tubuh.

“Dalam evolusi peradaban manusia dari zaman dulu sudah ada upaya untuk membuat suasana senang dengan mengeluarkan suara, bukan hanya pembicaraan. Melalui intonasi dengan gerakan gerakan tubuh. Itu ungkapan yang bisa bikin sekitarnya senang. Musik sebagai pengobatan dipakai mereka yang sakit atau sedang ‘jatuh’ atau memerlukan pegangan yang tengah mengalami kesulitan dalam hidup,” kata Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP di acara temu media jelang gelaran musikal Nuraniku-Perjuanganku di Kantor Pusat YKI Menteng Jakarta, Selasa (13/8/2024).

Prof Aru menyampaikan, pada pasien kanker dari dulu musik merupakan sarana untuk menyuarakan ekspresi diri. “Musik juga bikin tenang dan nyaman. Musik sudah dikenal sebagai bagian peradaban manusia. Apa yang dilakukan nenek moyang kita dulu sekarang diwujudkan dalam dunia modern sebagai pergelaran musik,” ujarnya.

Ilustrasi wanita mendengarkan musik (dok. ist)

Menurutnya, setiap orang memiliki selera musik masing masing. “Tapi pasti musik berikan ketenangan kenyamanan pada setiap orang,” tandas Prof Aru. 

Pergelaran Musikal Nuraniku-Perjuanganku

Prof Aru menambahkan, pergelaran musikal Nuraniku-Perjuanganku yang bakal dihelat 20 Agustus mendatang di Djakarta Theater melibatkan lebih dari 200 talent, terdiri dari relawan, donatur, dokter, musisi (Vidi Aldiano dan Isyana Sarasvati) serta penyintas kanker bukan sekadar live music, melainkan menyampaikan pesan penting. “Bagi saya pribadi antusiasme yang terlibat dalam pergelaran musikal ini besar untuk sampaikan pesan agar kita happy hidup sehat,” tuturnya. 

Pergelaran musikal Nuraniku-Perjuanganku merupakan kolaborasi lintas usia dan latar belakang, dengan tujuan utama meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kanker melalui karya seni musik. Diinisiasi oleh Poppy Hayono Isman, Maya Djamhari Sirat dan Ivan Djokomono, akan diawali dengan permainan piano solo, penampilan musikal 10 babak tanpa henti selama 150 menit dan diakhiri dengan grand finale lagu ‘Rayuan Pulau Kelapa’.

“Ini merupakan kesempatan untuk mengapresiasi musik sambil beramal. Sejak aktif di yayasan, saya tahu bahwa penggalangan dana penting bagi yayasan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan,” kata Poppy.

Pergelaran musikal ‘Nuraniku-Perjunganku’ merupakan pertunjukan hiburan dikemas secara kreatif dalam sepuluh babak yang menyatukan, menampilkan, menggambarkan, menceritakan hati ‘Sanubari Nurani’ para penyintas kanker, dokter, keluarga, tokoh masyarakat dan relawan.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. Aru Sudoyo (kedua kanan) memaparkan manfaat musik dalam pengobatan kanker (dok. Berandasehat.id)

“Pergelaran ini mengajak masyarakat untuk peduli terhadap sesama, melalui lagu-lagu yang indah, lirik yang menggugah dan ceria, lantunan musik, kostum dan gaya yang menarik serta narasi yang bermakna,” lanjut Poppy.

Kesempatan sama, Ketua Panitia Pergelaran Musikal Nuraniku-Perjuanganku, Muhamad Reza Irawan, mengatakan, persiapan telah berjalan sejak awal tahun 2024 dan seluruh pemeran menunjukkan antusiasme tinggi, termasuk para penyintas kanker yang akan menampilkan lagu ‘One Moment in Time’.

“Kami hadirkan penyanyiIsyana Sarasvati yang akan tampil bersama Vidi Aldiano, serta Paul Sidharta dengan lagu ‘Suddenly’ yang diaransemen bersama komposer Erwin Badudu,” ujar Reza.

Tak lupa, Prof. Aru menyampaikan harapannya bahwa masyarakat peduli kanker dapat menyaksikan pergelaran musikal ini. “Musik dapat berperan sebagai terapi dan dengan didampingi oleh ahlinya, dapat mengurangi rasa sakit dan ketakutan, serta memberikan dukungan terhadap mereka yang menjalani perawatan kanker, sehingga dapat tetap menjaga kualitas hidup dengan adanya harapan,” pungkasnya. (BS)