Berandasehat.id – Kopi merupakan minuman pembuka dan penyemangat penting bagi banyak setiap pagi. Sayangnya ada kabar kurang sedap bagi peminum kopi jangka panjang. Studi terbaru menunjukkan bahwa konsumsi kopi yang tinggi dalam waktu lama (kronis) dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah dan detak jantung, yang pada akhirnya menggenjot risiko penyakit jantung.
Menurut penelitian terbaru yang dipresentasikan di ACC Asia 2024 di Delhi, India, minum lebih dari 400 mg kafein hampir setiap hari meningkatkan risiko penyakit jantung pada individu yang sehat.
Definisi konsumsi kronis, peneliti mempertimbangkan asupan minuman berkafein lima hari seminggu selama lebih dari satu tahun. Dosis umum 400 mg kafein setara dengan empat cangkir kopi, sepuluh kaleng soda, atau dua minuman berenergi.
Para peneliti mengevaluasi dampak kafein pada tekanan darah dan detak jantung dari sekelompok 92 individu sehat dengan tekanan darah normal, berusia 18 hingga 45 tahun.
Setiap peserta diukur tekanan darah dan denyut nadinya satu menit dan lima menit setelah menyelesaikan tes langkah tiga menit. Para peneliti juga mencatat data sosiodemografi dan asupan kafein harian para peserta.

Sekitar 19,6% peserta mengonsumsi lebih dari 400 mg kafein setiap hari. Dari jumlah tersebut, asupan tertinggi terlihat di kalangan perempuan, mereka yang bekerja di bidang bisnis dan manajemen, dan mereka yang tinggal di daerah perkotaan.
“Konsumsi kafein kronis sebesar 400 mg setiap hari terbukti berdampak signifikan pada sistem saraf otonom, meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah dari waktu ke waktu,” pernyataan peneliti dalam rilis berita.
Konsumsi harian lebih dari 600 mg kafein secara signifikan meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah setelah lima menit istirahat setelah tes langkah.
Tekanan darah dan denyut jantung yang meningkat dalam jangka waktu lama melemahkan jantung dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
“Konsumsi kafein secara teratur dapat mengganggu sistem parasimpatik, yang menyebabkan peningkatan tekanan darah dan denyut jantung. Studi kami berupaya untuk menentukan dampak konsumsi kafein kronis pada kesehatan jantung, khususnya pemulihan denyut jantung dan tekanan darah,” kata penulis utama Dr. Nency Kagathara dalam rilis berita tersebut.
Karena efeknya pada sistem saraf otonom, konsumsi kafein secara teratur dapat membuat orang yang sehat berisiko terkena hipertensi dan kejadian kardiovaskular lainnya. “Meningkatkan kesadaran akan risiko ini sangat penting untuk meningkatkan kesehatan jantung bagi semua orang,” tandas Dr. Kagathara dikutip Medical Daily. (BS)