Berandasehat.id – Ada kabar baik bagi yang hobi tidur di akhir pekan – hal yang tidak bisa dilakukan di hari kerja yang padat aktivitas. Mendapatkan tidur ekstra selama akhir pekan bisa jadi merupakan hal yang dibutuhkan jantung agar tetap sehat dan kuat.
Sekitar 1 dari 3 orang mengatakan bahwa mereka tidak cukup istirahat atau tidur setiap hari, dan orang dewasa biasanya membutuhkan antara 7 dan 9 jam per malam. Penelitian sebelumnya telah mengaitkan masalah tidur dengan berbagai masalah kesehatan yang membuat orang berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.
Dalam sebuah studi baru, para peneliti mendefinisikan kurang tidur sebagai tidur kurang dari 7 jam per malam secara teratur.
Mereka membandingkan hasil kesehatan dari 91.000 orang selama periode 14 tahun untuk kelompok yang kurang tidur dan yang cukup tidur.
Semua orang tersebut tinggal di Inggris Raya dan memberikan informasi kesehatan mereka ke basis data yang disebut U.K. Biobank.
Orang yang mendapatkan tidur tambahan paling banyak di akhir pekan memiliki kemungkinan 19% lebih kecil untuk terkena penyakit jantung dibandingkan orang yang mendapatkan tidur akhir pekan dengan kompensasi paling sedikit.

Ketika para peneliti menganalisis hanya kelompok orang yang kurang tidur, mereka menemukan bahwa orang yang mendapatkan tidur akhir pekan paling banyak memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah (20%), dibandingkan dengan orang yang mendapatkan tidur akhir pekan tambahan paling sedikit. Tidak ada perbedaan ketika tim mencari hasil antara wanita dan pria.
“Hasil (studi) kami menunjukkan bahwa untuk sebagian besar populasi di masyarakat modern yang menderita kurang tidur, mereka yang memiliki kebiasaan membayar tidur paling banyak di akhir pekan memiliki tingkat penyakit jantung yang jauh lebih rendah daripada mereka yang paling sedikit,” kata peneliti Zechen Liu, dari Pusat Nasional untuk Penyakit Kardiovaskular di Beijing, Tiongkok, dikutip WebMD.
Temuan tersebut dipresentasikan di sebuah konferensi di London yang diselenggarakan oleh European Society of Cardiology. (BS)