Berandasehat.id – Empat menit merupakan waktu krusial untuk menolong orang yang alami henti jantung atau henti napas sehingga jantung dapat memompa darah dan aliran darah berjalan normal kembali.
Henti jantung mendadak bahkan menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia.
Laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut 85% kematian disebabkan oleh serangan jantung dan stroke, sementara satu dari tiga kematian terjadi pada orang di bawah usia 70 tahun.
Sementara itu, Data Kementerian Kesehatan per tahun 2020 juga melaporkan ada sekitar 1,25 juta orang yang meninggal akibat penyakit jantung koroner.
Henti jantung mendadak bisa dibantu dengan inisiasi bantuan hidup dasar yang telah terbukti dapat meningkatkan kemungkinan bertahan hidup seseorang yang mengalami henti jantung mendadak.
Spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis jantung dan pembuluh darah kardiologi intervensi, A. Sari Sri Mumpuni, mengatakan langkah-langkah bantuan hidup dasar sesuai dengan Panduan American Heart Association tahun 2020.
“Langkah memberikan bantuan hidup dasar diawali dengan memeriksa respons pasien. Jika pasien tidak merespons, bernapas terengah-engah atau bahkan tidak bernapas, pasien diasumsikan mengalami henti jantung,” ujar dr. Sari dalam diskusi media yang dihelat RS Pondok Indah Group di Jakarta, baru-baru ini.
Dia menekankan, bantuan hidup dasar memegang peran penting dalam menyelamatkan nyawa orang henti jantung dan henti napas. “Tujuannya agar fungsi organ, seperti paru, jantung, dan otak korban henti jantung mendadak dapat dipertahankan dan tidak menyebabkan kematian organ,” urai dr. Sari.
Tindakan bantuan hidup dasar yang dilakukan dengan tepat dapat mencegah atau memperlambat kerusakan otot jantung sehingga penyebab masalah dapat diperbaiki. Dengan kata lain, bantuan hidup dasar meningkatkan peluang seseorang untuk bertahan hidup sampai tersedia perawatan lanjutan.

Mengingat hal ini penting dalam menyelamatkan nyawa, bantuan hidup dasar perlu dipelajari oleh siapa saja, termasuk orang awam agar dapat menyelamatkan korban jika kebetjlan berada di lokasi kejadian dan pertolongan medis belum tersedia.
Cara Berikan Bantuan Hidup Dasar
Untuk memberikan bantuan hidup dasar, berikut panduannya:
Periksa nadi korban selama kurang lebih 10 detik. Selanjutnya, panggil bantuan dari orang sekitar.
Pastikan penolong tetap tenang sembari meminta bantuan untuk menghubungi petugas medis atau nomor darurat lainnya.
Saat menghubungi petugas medis, sebutkan nama (penelepon), lokasi kejadian, jenis kejadian, jumlah pasien dan kondisi pasien, serta kebutuhan yang diperlukan.
Langkah selanjutnya sembari menunggu petugas medis datang, lakukan kompresi dada (pijat luar jantung). Caranya, posisikan diri di sebelah kanan pasien. Pastikan pasien berada di tempat yang memiliki permukaan yang rata ketika akan melakukan kompresi dada.
Berikan kompresi dengan frekuensi 100-120 kali per menit dengan kedalaman 5-6cm dengan kuat dan cepat.
Hentikan kompresi dada jika pasien sudah merespons atau jika tenaga kesehatan sudah tiba. Lalu posisikan pasien untuk mempertahankan jalan napas.
Bantuan hidup dasar ada perkecualian, yakni tidak dapat diberikan kepada korban sudah menunjukkan tanda-tanda kebusukan, ada tanda-tanda sudah menjadi mayat, dekapitasi, dan ada perintah DNR (Do Not Resuscitate), yakni tindakan spesifik untuk tidak memberikan resusitasi jantung paru pada pasien. (BS)