Berandasehat.id – Ancaman gangguan penglihatan mata minus prevalensinya diprediksi terus meningkat. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan menyebut kelainan refraksi berkontribusi terhadap 10-15 persen kasus gangguan penglihatan. Sementara, di ranah global, studi menunjukkan sekira 3,3 miliar orang akan menderita miopia pada 2050.
Dalam upaya mengoreksi mata minus dan gangguan mata lainnya, JEC Eye Hospitals & Clinics, melalui Klinik Utama Mata JEC-Bali @ Denpasar memperkenalkan layanan terbaru, disebut SMILE. Teknologi bedah laser refraktif ini efektif untuk mengoreksi mata minus (miopia) dan mata silinder (astigmatisme), serta minim invasi sehingga memberikan solusi yang lebih cepat dan nyaman bagi pasien.
Menurut dr. Cokorda Istri Dewiyani Pemayun, SpM(K), Direktur PT JEC Bali Vision/Klinik Utama Mata JEC-Bali @ Denpasar, hadirnya SMILE merupakan upaya berkesinambungan Klinik Utama Mata JEC-Bali @ Denpasar untuk menghadirkan fasilitas penunjang kesehatan mata dengan teknologi terkini.”Dengan demikian, masyarakat di Bali dan sekitarnya dapat mengakses layanan untuk mengoreksi mata minus atau silinder dengan lebih mudah, tanpa harus jauh ke pulau lain, apalagi ke luar negeri,” ujarnya.
EC-Bali @ Denpasar adalah sentra kesehatan mata yang menjadi hub strategis untuk kawasan Indonesia Timur bagian selatan. Klini ini menyediakan layanan komprehensif berstandar internasional serta didukung dokter ahli mata dan tenaga medis mumpuni guna melayani pasien dari berbagai negara.
Standardisasi layanan JEC-Bali @ Denpasar sebagai bagian dari JEC Eye Hospitals and Clinics, mengacu pada ASEAN Association of Eye Hospital (AAEH) dan World Association of Eye Hospital (WAEH).

“Sebagian besar penderita mata minus, dan kelainan refraksi lainnya, sangat bergantung pada kacamata atau lensa kontak untuk melihat lebih jelas. Namun, ketergantungan pada alat bantu penglihatan tersebut mengganggu kehidupan mereka sehari-hari,” tutur dr. Ni Luh Diah Pantjawati, SpM(K), dokter spesialis mata, JEC-Bali @ Denpasar.
Untuk mengoreksi gangguan penglihatan, SMILE dengan mesin Visumax 500 dari Zeiss merupakan layanan dengan teknologi laser yang memiliki tiga keunggulan utama. Performa lebih cepat, karena menggunakan laser femtosecond sehingga waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu tindakan menjadi jauh lebih singkat; tercatat satu tindakan bisa terselesaikan hanya dalam 22-23 detik.
Kedua, pasien lebih merasa tidak cemas karena durasi pengerjaannya lebih cepat dan rasa sakit yang minimum setelah tindakan selesai. Hadirnya prosedur flapless, tindakan dilakukan tanpa pembuatan sayatan/flap pada kornea mata menjadikan pasien tidak rentan mengalami trauma mata pascatindakan.
SMILE sendiri dapat digunakan untuk menangani kondisi mata minus maupun kombinasi antara minus dan silinder, dengan ukuran -0.5 Diopter sampai dengan -10 Diopter. (BS)