Berandasehat.id – Studi terbaru telah mengidentifikasi jumlah jam ideal yang harus dialokasikan untuk berdiri, duduk, tidur, dan terlibat dalam aktivitas fisik yang berguna menjaga kesehatan jantung yang optimal dan kontrol diabetes.
Tim peneliti dari Universitas Teknologi Swinburne di Australia menganalisis perilaku 2.000 orang selama 24 jam untuk mengetahui rincian aktivitas dan waktu yang ideal yang dibutuhkan untuk masing-masing aktivitas selama sehari untuk mendukung hasil kesehatan yang baik.
Waktu duduk yang lebih pendek dan lebih banyak waktu yang dihabiskan untuk berdiri, menjalani aktivitas fisik, dan tidur dikaitkan dengan kesehatan kardiometabolik yang lebih baik, menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Diabetologia.
Studi menemukan bahwa substitusi penggunaan waktu perilaku secara signifikan lebih kuat dalam kaitannya dengan kontrol glikemik pada mereka yang menderita diabetes tipe 2 dibandingkan dengan orang yang memiliki metabolisme normoglikemik, terutama ketika waktu duduk diimbangi dengan aktivitas fisik yang lebih besar.
Rekomendasi studi
Studi itersebut merekomendasikan untuk melakukan sekitar empat jam aktivitas fisik setiap hari, yang terdiri dari dua jam dan 10 menit masing-masing latihan ringan dan sedang. Selain itu, para peneliti mengatakan bahwa idealnya adalah tidur selama delapan jam 20 menit, berdiri selama lima jam 10 menit, dan duduk selama enam jam.
Dr. Christian Brakenridge, yang memimpin tim tersebut, menyebut kombinasi ini sebagai ‘zona Goldilocks’ yang menunjukkan bahwa hal ini menghasilkan keseimbangan yang sempurna untuk mengoptimalkan berbagai hasil kesehatan.

“Untuk berbagai penanda kesehatan, mulai dari lingkar pinggang hingga glukosa puasa, akan ada kadar yang berbeda untuk setiap perilaku. Perincian ini mencakup berbagai penanda kesehatan dan menyatu pada 24 jam yang terkait dengan kesehatan optimal secara keseluruhan,” kata Dr. Brakenridge.
Ketika waktu yang dihabiskan untuk duduk diganti dengan aktivitas fisik, khususnya aktivitas fisik intensitas rendah, para peneliti mencatat manfaat yang lebih besar dalam pengukuran glukosa darah pada mereka yang menderita diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang tidak mengalami kondisi tersebut.
Meskipun beberapa orang mungkin menganjurkan durasi olahraga yang lebih lama untuk meningkatkan manfaat kesehatan, Dr. Brakenridge menekankan bahwa rekomendasi penelitian tersebut didasarkan pada harapan yang realistis, dengan mempertimbangkan waktu yang mungkin dihabiskan individu untuk tidak aktif atau tidak banyak bergerak.
“Orang mungkin dianjurkan untuk meluangkan lebih banyak waktu berolahraga, meskipun tidak mungkin untuk berolahraga selama 10 jam dan tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali, jadi penggunaan waktu harus realistis dan seimbang,” tuturnya.
Tentu saja, bergerak sebanyak mungkin selalu dianjurkan ketika begitu banyak hal dalam hidup mengharuskan kita untuk duduk di depan layar. Waktu duduk yang lebih pendek dan lebih banyak waktu yang dihabiskan untuk berdiri, melakukan aktivitas fisik, dan tidur memberikan peningkatan yang besar bagi kesehatan kardiometabolik..
Dia menekankan, data ini merupakan rekomendasi untuk orang dewasa yang mampu. “Kita semua memiliki pertimbangan yang berbeda, dan yang terpenting, gerakan harus menyenangkan,” pungkas Dr. Brakenridge. (BS)