Berandasehat.id – Mempercepat pemulihan pascaoperasi biss dilakukan dengan cara kreatif, misalnya dengan mendengarkan musik, menurut penelitian yang dipresentasikan di Kongres Klinis American College of Surgeons (ACS) 2024 di San Francisco, California.

Para peneliti di California Northstate University College of Medicine di Elk Grove, California menganalisis penelitian yang ada perihal musik dan perannya dalam membantu pemulihan pascaoperasi, mempersempit daftar 3.736 penelitian menjadi 35 makalah penelitian.

Semua penelitian tersebut mencakup data tentang hasil pasien, seperti nyeri dan kecemasan, serta pengukuran detak jantung dan penggunaan opioid.

Dalam analisisnya, para peneliti menemukan bahwa tindakan sederhana mendengarkan musik setelah operasi, baik dengan headphone atau melalui speaker, memiliki efek yang nyata pada pasien selama masa pemulihan, dalam hal ini tingkat nyeri yang lebih rendah, level kecemasan berkurang, penggunaan opioid lebih sedikit, juga penurunan detak jantung.

“Ketika pasien bangun setelah operasi, terkadang mereka merasa sangat takut dan tidak tahu di mana mereka berada,” kata Eldo Frezza, MD, MBA, FACS, penulis senior studi tersebut dan seorang profesor bedah di Fakultas Kedokteran Universitas California Northstate.

“Musik dapat membantu meringankan transisi dari tahap bangun ke tahap kembali normal dan dapat membantu mengurangi stres selama transisi tersebut,” ujarnya.

Dr. Frezza dan rekan penulis mencatat bahwa tidak seperti beberapa terapi yang lebih aktif seperti meditasi atau Pilates yang memerlukan konsentrasi atau gerakan yang cukup besar, mendengarkan musik adalah pengalaman yang lebih pasif dan dapat dilakukan oleh pasien tanpa banyak biaya atau upaya segera setelah operasi.

Ilustrasi earphone untuk mendengarkan musik (dok. ist)

“Meskipun kami tidak dapat secara spesifik mengatakan bahwa mereka tidak merasakan sakit yang parah, penelitian tersebut mengungkapkan bahwa pasien (pascaoperasi) merasa bahwa mereka tidak merasakan sakit yang parah, dan kami pikir itu sama pentingnya,” kata Shehzaib Raees, penulis pertama penelitian dan mahasiswa kedokteran tahun ketiga di Fakultas Kedokteran Universitas California Northstate.

“Saat mendengarkan musik, Anda dapat melepaskan diri dan bersantai. Dengan cara itu, tidak banyak yang harus dilakukan atau difokuskan, dan dapat menenangkan diri,” terang Raees.

Penulis penelitian mencatat bahwa penurunan kadar kortisol saat mendengarkan musik dapat berperan dalam memudahkan pemulihan pasien setelah operasi.

Beberapa variabel, seperti berapa lama pasien mendengarkan musik, tidak dapat dikontrol dalam analisis. Penelitian selanjutnya akan melihat program percontohan untuk mengevaluasi penggunaan musik di lingkungan bedah serta di unit perawatan intensif.

Saran Dr. Frezza adalah dengarkan musik apa pun yang disukai. “Kami tidak mencoba mengatakan bahwa satu jenis musik lebih baik daripada yang lain. Kami pikir musik dapat membantu orang dengan berbagai cara setelah operasi karena musik dapat memberikan rasa nyaman dan membuat orang merasa seperti berada di tempat yang familiar,” tandasnya. (BS)