Berandasehat.id – Pola berat badan anak terkait erat dengan kesehatan jangka panjang, dan sebuah studi baru menambahkan bukti lebih lanjut, yang menyoroti dampaknya pada fungsi paru.
Para peneliti menemukan bahwa nilai BMI (indeks massa tubuh) yang tinggi dan rendah selama tahun-tahun kritis perkembangan paru dapat memiliki efek berbahaya yang bertahan lama.
Menurut para peneliti dari Karolinska Institutet di Swedia, perkembangan paru anak dimulai di dalam rahim dan berlangsung hingga masa kanak-kanak. Mengelola BMI selama periode tersebut pada tingkat yang optimal dapat mengurangi masalah fungsi paru.
Penelitian tersebut melibatkan 3.200 anak dari proyek BAMSE yang pengukuran BMI-nya dilakukan setidaknya empat kali selama masa kanak-kanak.
Dengan menggunakan tes spirometri, para peneliti mengukur fungsi paru peserta pada usia 8, 16, dan 24 tahun, menilai kekuatan paru berdasarkan volume udara yang dihembuskan dan dihirup.
Tim peneliti juga menganalisis sampel urin peserta untuk mempelajari zat-zat yang dimetabolisme dalam tubuh.

“Dalam studi yang terbesar sejauh ini, kami dapat mengikuti perkembangan anak-anak sejak lahir hingga usia 24 tahun, meliputi seluruh periode perkembangan fungsi paru,” kata peneliti utama Gang Wang dalam rilis berita.
Selama analisis, para peserta ditemukan masuk ke dalam enam kelompok perkembangan BMI yang berbeda.
Anak-anak dengan BMI tinggi atau meningkat memiliki gangguan fungsi paru saat dewasa dibandingkan dengan BMI normal. Hal ini disebabkan oleh aliran udara yang terbatas di paru.
Analisis urin mengungkap bahwa BMI yang lebih tinggi juga dikaitkan dengan peningkatan kadar metabolit asam amino esensial histidin, pola yang mirip dengan orang dengan masalah paru seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis.
Temuan menarik lainnya adalah bahwa bahkan tren BMI rendah selama masa kanak-kanak dikaitkan dengan penurunan fungsi paru di kemudian hari. Para peneliti mengaitkannya dengan pertumbuhan paru yang tidak memadai.
“Kelompok dengan BMI yang terus-menerus tinggi dan meningkat dengan cepat dikaitkan dengan pola fungsi paru obstruktif dan disfungsi saluran napas kecil. Sementara memiliki BMI yang terus-menerus rendah dikaitkan dengan pola restriktif,” jelas penelitu.
Dengan demikian, pemeliharaan pola pertumbuhan somatik yang normal dapat mengarah pada peningkatan kesehatan paru selama masa kanak-kanak, menurut riset yang dipublikasikan di European Respiratory Journal.
Dr. Erik Melén menandaskan, temuan itu menyoroti betapa pentingnya mengoptimalkan pertumbuhan anak-anak, baik di awal kehidupan maupun selama tahun-tahun awal sekolah dan masa remaja. (BS)