Berandasehat.id – Jutaan orang dengan diabetes menghadapi tantangan dalam mengelola kondisi mereka di rumah, tempat kerja, dan sekolah setiap hari.

Kondisi ini menuntut ketahanan, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang mempengaruhi kesejahteraan fisik dan mental mereka.

Survei terbaru mengungkap, 36% penderita diabetes mengalami tekanan mental, sementara 63% merasa ketakutan akan munculnya komplikasi mempengaruhi kesejahteraan mereka.

Selain itu, 28% orang dengan diabetes merasa kesulitan untuk memiliki pandangan positif akan kondisi mereka.

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mengungkap bahwa sekitar 80,6% penderita yang telah terdiagnosis dan menjalani pengobatan di Indonesia mengalami diabetes yang tidak terkontrol, menunjukkan pentingnya peningkatan layanan kesehatan dan edukasi.

Cek gula darah (dok. ist)

Prevalensi diabetes yang meningkat di Indonesia dan tantangan dalam pengelolaannya menjadi indikasi pentingnya penanganan yang komprehensif dan dukungan kesejahteraan bagi orang dengan diabetes.

“Skrining diabetes secara dini dan teratur sangat penting untuk mencegah komplikasi parah. Deteksi dini memungkinkan pengelolaan diabetes yang lebih efektif, meningkatkan hasil pengobatan dan kualitas hidup pasien,” kata dr. Rulli Rosandi, Sp.PD-KEMD, spesialis endokrinologi dalam diskusi media yang dihelat Novo Nordisk di Jakarta, baru-baru ini.

Pemantauan rutin membantu menyesuaikan pengobatan, mengontrol kadar gula darah, dan mengurangi risiko kesehatan jangka panjang.

Studi yang diterbitkan oleh American Diabetes Association’s Clinical Compendia Series menyoroti bahwa pemantauan glukosa darah merupakan dasar dari pengelolaan diabetes, yang menjadi basis data penting untuk pengambilan keputusan terkait diet, olahraga, dan pengobatan.

“Hal ini berkontribusi pada kontrol glikemik yang lebih baik dan lebih sedikit komplikasi,” ujar dr. Rulli.

Dengan menjaga kadar gula darah secara optimal, orang dengan diabetes dapat meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan dan secara efektif mampu mengelola tantangan fisik serta emosional yang diakibatkan kondisi ini.

Menyadari pentingnya kesadaran dan langkah-langkah kesehatan yang proaktif, Novo Nordisk berkomitmen mendorong perubahan dalam perawatan diabetes di Indonesia.

“Ambisi utama kami adalah menghentikan, membalikkan, dan menyembuhkan diabetes, dengan harapan menciptakan masa depan di mana masyarakat dapat hidup lebih lama, lebih sehat, dan bebas dari penyakit ini,” kata Sreerekha Sreenivasan, Vice President and General Manager, Novo Nordisk Indonesia.

Peserta edukasi pentingnya skrining dan deteksi dini diabetes untuk cegah komplikasi (dok. ist)

Diabetes merupakan salah satu isu kesehatan yang paling mendesak di Indonesia, dengan jumlah yang terus meningkat di Indonesia dan berdampak pada jutaan nyawa.

Saat ini, diperkirakan 19,5 juta orang hidup dengan diabetes, dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 28,6 juta pada 2045.

Seiring dengan peningkatan populasi, jumlah orang dengan diabetes saat ini bahkan diperkirakan telah melebihi 24 juta orang.

Tren yang terus meningkat ini menjadikan diabetes salah satu dari tiga penyebab kematian terbesar di Indonesia, memperlihatkan kebutuhan mendesak akan strategi pengelolaan dan pencegahan yang efektif. (BS)