Berandasehat.id – Banyak orang menyadari risiko kesehatan yang terkait dengan bisphenol A (BPA) dan secara sadar memilih alternatif BPA saat berbelanja botol atau wadah plastik.
Namun, apakah pilihan yang ‘lebih aman’ ini benar-benar aman? Penelitian baru mengungkap bahwa BPF (bisphenol F) dan BPS (bisphenol S) – yang umumnya digunakan sebagai pengganti BPA – mungkin masih menimbulkan risiko kesehatan.
BPA adalah bahan kimia umum yang ditemukan dalam plastik yang dapat meresap ke dalam makanan dan minuman.
Penelitian telah mengaitkannya dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk masalah perilaku pada anak-anak, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, gangguan endokrin, dan kanker.
BPF dan BPS secara struktural terkait dengan BPA, oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa keduanya memiliki risiko kesehatan yang serupa.
Dengan meningkatnya popularitas alternatif yang dipasarkan sebagai pilihan yang lebih aman untuk BPA, studi terbaru yang dilakukan oleh José Villalaín dari Institut Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi dalam Bioteknologi Perawatan Kesehatan (IDiBE) di Universidad Miguel Hernández menyelidiki bagaimana BPF dan BPS berinteraksi dengan membran sel manusia menggunakan simulasi virtual dan membandingkannya dengan BPA.
Peneliti menemukan bahwa senyawa ini berperilaku serupa dengan BPA, terakumulasi dalam membran biologis dan mengganggu fungsi endokrin, yang berpotensi menyebabkan penyakit seperti obesitas dan diabetes.

“Karena bisfenol cenderung terakumulasi dalam fase lipid [bagian membran sel tempat molekul yang bertanggung jawab untuk mengangkut zat dan sinyal kimia ke dalam dan keluar sel berada], konsentrasi bisfenol yang ditemukan dalam membran biologis dapat menjadi signifikan,” jelas Profesor Villalaín dalam rilis berita.
Baik BPF maupun BPS, yang bekerja pada tingkat yang sama dan dengan kemampuan yang sama untuk terakumulasi dalam membran seperti BPA, bukanlah alternatif yang aman, menurut studi.
“Mengingat pentingnya molekul-molekul ini bagi lingkungan dan kesehatan, penggunaan bisfenol ini harus dihentikan karena risiko yang dapat ditimbulkannya bagi kesehatan manusia dan hewan,” simpul peneliti.
Penelitian sebelumnya yang dipublikasikan di PubMed menemukan bahwa BPS dan BPF sama karsinogeniknya dengan BPA dan bukan merupakan alternatif yang layak untuk menggantikannya.
Berdasarkan temuan ini, para peneliti dalam penelitian tersebut juga menyerukan pengembangan bioplastik yang layak secara ekonomi, berkelanjutan, dan dapat terurai secara hayati demi kesejahteraan masyarakat dan lingkungan, demikian laporan Medical Daily. (BS)