Berandasehat.id – Kebiasaan sehari-hari seperti meletakkan laptop hangat di pangkuan atau menyalakan pemanas pada bantalan untuk menghilangkan rasa sakit dapat menyebabkan kerusakan kulit yang tidak dapat diperbaiki.
Dokter kulit memperingatkan bahwa rutinitas yang tampaknya tidak berbahaya ini dapat membakar kulit yang menyebabkan kerusakan kulit permanen.
Bagi mereka yang dengan ceroboh membiarkan bantalan pemanas menyala tinggi sepanjang malam, berikut peringatan keras dari dokter kulit bersertifikat Dr. Mark Strom.
“Eritema ab igne atau sindrom kulit terbakar disebabkan oleh paparan panas jangka panjang pada kulit,” kata Dr. Storm dalam sebuah video TikTok.
“Hal-hal yang dapat menyebabkannya adalah bantalan pemanas, terutama yang digunakan untuk nyeri atau kram endometriosis, pemanas ruangan, dan bahkan laptop panas yang selalu diletakkan di pangkuan,” jelas Dr. Storm.
Video Dr. Storm merupakan tanggapan terhadap video TikTok viral oleh Faith Harrell (@faith_harrell) yang membuat banyak penonton khawatir.
“Pengingat bagi kalian untuk tidak menggunakan bantal pemanas secara berlebihan pada perut dengan pengaturan tertinggi,” kata Faith dalam videonya yang memperlihatkan ruam yang berubah warna dengan pola yang tidak teratur di perutnya.

Terkait unggahan itu, Dr. Storm mengatakan banyak yang tidak menyadari bahwa setiap orang sebenarnya perlu sangat berhati-hati terhadap paparan panas kronis pada kulit. “Bahkan paparan panas yang tidak menimbulkan rasa sakit pada saat itu atau rasa terbakar, karena paparan panas jangka panjang dapat menyebabkan ruam dan perubahan warna permanen,” ujarnya.
Lebih lanjut dokter kulit itu mengingatkan, bagi yang mulai melihat perubahan warna pada kulit, segera hentikan paparan panas tersebut, mudah-mudahan sebelum perubahan warna tersebut menjadi permanen.
Tanda sindrom kulit terbakar
Tanda-tanda umum sindrom kulit terbakar meliputi ruam bercak-bercak yang awalnya tampak merah muda dengan pola jala ikan. Seiring waktu, ruam tersebut dapat berubah menjadi merah, ungu, atau cokelat.
Dalam beberapa kasus, ruam tersebut mungkin terasa gatal, terbakar, atau nyeri.
Meskipun sangat jarang, ruam ini terkadang dapat berkembang menjadi kanker kulit seperti karsinoma sel skuamosa (SCC) atau karsinoma sel Merkel, bertahun-tahun setelah pertama kali muncul.
Berkonsultasi dengan dokter kulit dapat membantu memantau perkembangan penyembuhan dan, jika gejalanya menetap, mereka dapat merekomendasikan biopsi kulit untuk menyingkirkan kanker.
Menghindari sumber panas adalah langkah pertama untuk mencegah kondisi memburuk. Perubahan kebiasaan sederhana, seperti menggunakan laptop di meja alih-alih pangkuan atau menghindari penghangat jok mobil, dapat memberi kulit waktu yang dibutuhkan untuk pulih.
Bagi perempuan yang mengandalkan bantalan pemanas untuk meredakan nyeri kronis, pertimbangkan untuk mendiskusikan alternatif dengan dokter, seperti obat-obatan atau akupuntur, untuk mengelola nyeri tanpa risiko kerusakan lebih lanjut. (BS)