Berandasehat.id – Amy Schumer telah membuka diri tentang bagaimana komentar di media sosial membantunya mendiagnosis sindrom Cushing.
Dalam wawancara podcast yang jujur, aktris berusia 43 tahun itu mengungkap bahwa setelah menerima umpan balik daring tentang penampilannya yang ‘lebih berisi’ dirinya menyadari bahwa ia memiliki kelainan hormonal yang disebabkan oleh tingginya kadar kortisol dalam tubuh.
Aktris dan komedian pemenang Emmy yang memperoleh pengakuan luas melalui komedi tunggalnya itu mengatakan bahwa ia menerima komentar tentang ‘wajah bulan’ saat ia tampil pada Februari tahun lalu untuk mempromosikan serial ‘Life & Beth’.
“Itu seperti setahun yang lalu dan internet benar-benar datang kepada saya setelah melakukan banyak liputan pers dan saya seperti, ‘Oke, semuanya, santai saja,'” kata Schumer kepada pembawa acara Alex Cooper dikutip Medical Daily.
“Tetapi kemudian, seperti dokter ikut berkomentar dan mereka berkata, ‘Tidak, tidak, kami pikir, ada sesuatu yang benar-benar terjadi. Seperti, wajah Anda terlihat sangat aneh sehingga kami pikir ada sesuatu yang terjadi,” kata Schumer mengutip komentar dokter.

Schumer menyampaikan, dirinya didiagnosis dengan sindrom Cushing pada akhir bulan yang sama.
Tanda sindrom Cushing
Mengenali tanda-tanda sindrom Cushing sangat penting untuk deteksi dan pengobatan dini. Gejalanya dapat mencakup penambahan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, terutama di sekitar perut dan wajah, hingga wajah berbentuk bulat sehingga kerap disebut ‘wajah bulan’, serta tonjolan lemak di punggung atas.
Tanda-tanda lainnya termasuk kulit menipis, mudah memar, tekanan darah tinggi, kelemahan otot, dan kelelahan.
Perubahan suasana hati seperti depresi atau kecemasan, bersama dengan masalah memori atau kesulitan berkonsentrasi, juga dapat menandakan kondisi tersebut.
Penyebab kortisol tinggi
Kadar kortisol tinggi dapat disebabkan oleh beberapa penyebab termasuk penggunaan obat glukokortikoid yang diresepkan untuk penyakit autoimun dan peradangan kronis. Dalam beberapa kasus, hal itu dapat disebabkan oleh tumor kelenjar pituitari, yang menghasilkan hormon adrenokortikotropik (ACTH) yang berlebihan, hormon yang merangsang produksi kortisol.
Tumor adrenal, yang sering kali jinak, juga dapat menghasilkan terlalu banyak kortisol, meskipun dalam kasus yang jarang terjadi, tumor ini dapat bersifat kanker.
Komplikasi sindrom Cushing
Jika tidak diobati, kondisi ini dapat berakibat fatal, karena kondisi ini menyebabkan hiperkortisolisme, ketidakseimbangan kortisol yang berbahaya dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius, termasuk infeksi kronis, pembekuan darah, serangan jantung, dan bahkan depresi.
Selain itu, mereka yang mengalami sindrom Cushing yang tidak diobati dapat mengalami kenaikan berat badan yang signifikan, masalah ingatan, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan risiko patah tulang yang lebih tinggi.
Kondisi ini juga dapat menyebabkan gangguan metabolisme seperti diabetes tipe 2, pradiabetes, atau gangguan glukosa puasa. (BS)