Berandasehat.id – Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab untuk mengatur respons tubuh terhadap stres.

Hormon kortisol juga penting untuk beberapa fungsi, seperti mengatur tekanan darah, gula darah, dan metabolisme, mengendalikan siklus tidur-bangun, serta menekan peradangan.

Meskipun memiliki fungsi penting, namun kortisol tinggi dapat menyebabkan kerusakan parah pada kesehatan. Kondisi abnormal yang dikenal sebagai sindrom Cushing  akibat produksi kortisol tinggi dapat meningkatkan risiko penambahan berat badan, kecemasan, depresi, sakit kepala, diabetes, penyakit jantung, serta masalah memori dan konsentrasi.

Kortisol, yang juga dikenal sebagai hormon stres, diproduksi oleh kelenjar adrenal dan produksinya diatur oleh hipotalamus otak. Kadar kortisol seseorang bervariasi sepanjang hari, dan merupakan hal yang normal bagi seseorang untuk sesekali memiliki kadar kortisol yang tinggi.

Namun, ketika tubuh secara konsisten menunjukkan kadar kortisol yang tinggi, hal itu dapat menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang mendasarinya.

Stres memicu munculnya jerawat (dok. ist)

Apa yang menyebabkan kortisol tinggi?

1. Stres

Ketika tubuh sedang stres, kelenjar adrenal melepaskan hormon, termasuk adrenalin dan kortisol, sebagai bagian dari respons melawan atau lari terhadap situasi tersebut. Produksi kortisol biasanya akan berkurang setelah ancaman berlalu.

Namun, ketika tubuh berada di bawah tekanan konstan, produksi kortisol tidak berhenti, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung, masalah paru-paru, obesitas, kecemasan, dan depresi.

2. Malfungsi kelenjar pituitari

Ketika ada masalah dengan kelenjar pituitari, hal itu dapat menyebabkan produksi hormon yang kurang atau berlebihan. Kelenjar pituitari yang terlalu aktif dapat mengakibatkan peningkatan kadar kortisol.

3. Tumor

Tumor di kelenjar adrenal, baik jinak maupun ganas, dapat menyebabkan produksi kortisol berlebih. Hormon adrenokortikotropik (ACTH) yang diproduksi oleh tumor di kelenjar pituitari juga dapat meningkatkan kadar kortisol.

4. Efek samping obat-obatan

Penggunaan obat-obatan tertentu seperti kontrasepsi oral meningkatkan kadar kortisol. Penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang yang digunakan untuk mengobati asma, radang sendi, dan kanker tertentu juga dapat menyebabkan kadar kortisol yang tinggi.

Tanda-tanda peringatan sindrom Cushing

Seseorang perlu menjalani tes darah jika mengalami gejala-gejala berikut:

* Berat badan bertambah terutama di wajah dan perut.

* Kecemasan dan perubahan suasana hati meningkat.

* Kelelahan dan nyeri otot.

* Sering buang air kecil.

* Periode menstruasi tidak teratur dan infertilitas pada wanita.

* Sering terkena infeksi.

* Tekanan darah tinggi.

* Pertumbuhan rambut berlebihan pada wanita.

* Perubahan libido.

* Sering mengalami patah tulang.

* Rasa haus berlebih.

Cara mengelola kadar kortisol

Melakukan perubahan gaya hidup tertentu seperti tidur yang cukup, berolahraga, dan menghindari alkohol dan nikotin dapat membantu mengurangi kadar kortisol.

Berlatih meditasi, latihan pernapasan, membatasi pikiran yang membuat stres, dan melakukan hobi serta aktivitas yang menyenangkan juga dapat membantu. (BS)