Berandasehat.id – Merawat kebersihan mulut sejak lama diketahui dapat melindungi gigi dan gusi , tetapi manfaatnya lebih besar dari itu: Membantu mencegah stroke. Namun, menyikat gigi saja mungkin tidak cukup.

Para peneliti telah menemukan bahwa menggunakan benang gigi (flossing) setidaknya sekali seminggu dapat secara signifikan mengurangi risiko stroke.

Penelitian sebelumnya telah mengaitkan kesehatan mulut dengan penurunan risiko stroke, tetapi dalam penelitian terbaru, para peneliti mengevaluasi dampak spesifik dari flossing.

Laporan kesehatan global baru-baru ini mengungkapkan bahwa penyakit mulut – seperti kerusakan gigi yang tidak diobati dan penyakit gusi – mempengaruhi 3,5 miliar orang pada tahun 2022, menjadikannya sebagai kondisi kesehatan yang paling banyak diderita.

Ilustrasi membersihkan gigi dengan benang gigi (dok. ist)

Dalam studinya, tim peneliti hendakmenentukan perilaku kebersihan mulut yang mana – membersihkan gigi dengan benang gigi, menyikat gigi, atau kunjungan ke dokter gigi secara teratur – yang memiliki dampak terbesar terhadap pencegahan stroke, menurut penulis utama studi Dr. Souvik Sen.

Flossing turunkan stroke dan fibrilasi atrium

Temuan menunjukkan bahwa flossing gigi secara teratur dapat menurunkan risiko stroke iskemik sebesar 22% (stroke akibat pembekuan darah), stroke kardioembolik (yang disebabkan oleh pembekuan darah yang menjalar dari jantung) sebesar 44%, dan fibrilasi atrium sebesar 12%.

Efek perlindungan ini tidak tergantung pada menyikat gigi dan perilaku kebersihan mulut lainnya.

Temuan ini didasarkan pada studi Atherosclerosis Risk in Communities (ARIC), investigasi berskala besar pertama di AS yang meneliti hubungan antara flossing dan risiko stroke.

Untuk penelitian ini, para peneliti mensurvei lebih dari 6.000 orang tentang kebiasaan membersihkan gigi dengan benang gigi dan memantau kesehatan mereka selama 25 tahun.

Di antara mereka yang membersihkan gigi dengan benang gigi, 4.092 tidak pernah mengalami stroke, dan 4.050 tidak memiliki riwayat fibrilasi atrium (AFib), gangguan irama jantung yang umum.

Seiring berjalannya waktu, 434 orang menderita stroke, dengan penyebab yang berbeda-beda mulai dari penyumbatan arteri hingga gumpalan darah yang berhubungan dengan jantung. Selain itu, 1.291 peserta mengalami AFib.

Analisis tersebut mengungkap bahwa semakin sering orang membersihkan gigi dengan benang gigi, penurunan risiko stroke juga kian besar.

Membersihkan gigi dengan benang gigi juga dikaitkan dengan kemungkinan yang lebih rendah untuk mengalami gigi berlubang dan penyakit periodontal.

“Perilaku kesehatan mulut dikaitkan dengan peradangan dan pengerasan arteri. Membersihkan gigi dengan benang gigi dapat mengurangi risiko stroke dengan menurunkan infeksi dan peradangan mulut serta mendorong kebiasaan sehat lainnya,” jelas Sen.

“Banyak orang menyatakan bahwa perawatan gigi itu mahal. Membersihkan gigi dengan benang gigi adalah kebiasaan sehat yang mudah diadopsi, terjangkau, dan dapat diakses di mana saja,” tandasnya.

Hasil penelitian dipresentasikan pada Konferensi Stroke Internasional American Stroke Association 2025 di Los Angeles. (BS)