Berandasehat.id – Kanker serviks masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar bagi perempuan Indonesia. Di Indonesia, kanker serviks menempati urutan kedua dari jenis kanker yang paling umum ditemukan di perempuan, dengan sekitar 36.964 kasus baru dan angka kematian 20.708.

Hal itu ironis mengingat kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang dapat dicegah, salah satunya melalui imunisasi HPV (Human Papillomavirus) yang terbukti efektif mengurangi risiko terjadinya kanker serviks hingga lebih dari 90%.

Untuk lebih meningkatkan pemahaman publik terkait kanker serviks, pasangan figur publik Nana Mirdad dan Andrew White didaulat menjadi Edukator HPV 2025, dalam sesi diskusi ‘Ngobrolin HPV: Share Your Voice’ yang diselenggarakan oleh MSD Indonesia.

Bergabungnya pasangan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko HPV serta pentingnya langkah pencegahan sejak dini.

Terkait penunjukan itu, Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou menyampaikan, melalui kampanye edukasi #NgobrolinHPV, MSD Indonesia terus berkomitmen memberikan informasi yang akurat dan mendorong masyarakat untuk lebih proaktif dalam melindungi diri dari ancaman penyakit yang disebabkan infeksi HPV.

Pasangan Nana Mirdad dan Andrew White didaulat menjadi Edukator HPV 2025 (dok. Ist)

“Kami percaya bahwa edukasi yang berkelanjutan adalah kunci untuk membantu meningkatkan kesadaran dan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia,” tutur George Stylianou.

Terkait pencegahan kanker serviks, Nana mengaku banyak belajar dan menerapkan berbagai upaya pencegahan infeksi HPV, di antaranya dengan menerapkan pola hidup sehat, rutin melakukan skrining sejak beberapa tahun lalu, serta melakukan vaksinasi.

Sementara Andrew White mengatakan keterlibatannya dan sang istri dalam edukasi kesehatan #NgobrolinHPV menjadi kontribusi nyata untuk membantu mengurangi beban penyakit akibat HPV, terutama kanker.

Menurutnya, saat ini masih banyak stigma yang kurang tepat serta misinformasi yang merebak seputar HPV  di tengah masyarakat. “Banyak yang menganggap HPV bukan hal yang serius, padahal dampaknya bisa sangat fatal untuk kesehatan kita,” tutur Andrew.

Andrew dan Nana berharap dengan semakin banyak masyarakat teredukasi terkait HPB maka akan lebih proaktif dalam melakukan berbagai langkah pencegahan, salah satunya melalui vaksinasi.

Infeksi HPV tak bisa dianggap remeh. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyebut 99% kasus kanker serviks disebabkan oleh HPV. Tak hanya kanker serviks, nyatanya infeksi HPV juga menjadi penyebab berbagai jenis kanker berbahaya lainnya, seperti kanker vagina, kanker vulva, kanker orofaring (tenggorokan), dan kanker penis. 

Pentingnya informasi yang tepat seputar HPV juga disampaikan dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Darrell Fernando, SpOG, MRCOG, MM, MARS, FICS, Int. Aff. RANZCOG.

Diskusi pentingnya pencegahan kanker yang disebabkan HPV (dok. Ist)

Dia memyampaikan ada lebih dari 100 tipe HPV dan banyak diantaranya dikategorikan sebagai risiko tinggi yang dapat menyebabkan kanker. “Namun, yang paling sering dan berbahaya ada 7 tipe. Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat, terutama perempuan, untuk memahami bahaya virus ini,” terang dr. Darrell.

Platform NgobrolinHPV.com serta situs sosial media lainnya, menjadi medium yang dekat dan mudah diakses masyarakat, untuk mendapatkan informasi yang tepat seputar HPV.

Masyarakat juga diajak untuk lebih terbuka dan berani berdiskusi seputar HPV dan penyakit yang disebabkan virus ini.

Di platform itu masyarakat juga dapat berkonsultasi dan mendapatkan rekomendasi yang sesuai dari ahli, untuk melindungi diri dan orang terkasih dari ancaman infeksi HPV. (BS)