Berandasehat.id – Sejumlah penyakit menular perlu diwaspadai di tengah peningkatan interaksi dan mobilitas masyarakat yang tinggi, khususnya menjelang Lebaran. Beberapa penyakit yang perlu mendapat perhatian ekstra di antaranya cacar air dan gondongan pada anak-anak, yang mengalami lonjakan kasus di sejumlah wilayah di Indonesia pada akhir tahun 2024.
Bukan hanya cacar air dan gondongan, orang tua juga perlu waspada dengan wabah campak yang dilaporkan tengah merebak di beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia dan Thailand.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Februari 2025 menyebut Indonesia mencatat total 2.873 kasus campak, sementara Thailand melaporkan 6.852 kasus, menjadikannya yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
Tak hanya di Asia Tenggara, penyebaran campak juga terjadi di belahan dunia lain, seperti di Taiwan serta beberapa negara bagian di Amerika Serikat seperti Texas, California, New Mexico, dan New Jersey.
Menanggapi ini, dokter spesialis anak, dr. Kurniawan Satria Denta, M.Sc, Sp.A, menekankan pentingnya langkah perlindungan sejak dini bagi anak-anak, salah satunya melalui vaksinasi. Penyakit seperti campak, gondongan, cacar air, dan rubella dapat menular dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius, mulai dari pneumonia, ensefalitis (radang otak), hingga kematian.

“Vaksinasi adalah langkah pencegahan terbaik untuk menekan risiko infeksi ini dan mencegah penyebaran penyakit di lingkungan sekitar,” ujar Denta dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.
Vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella) dan Varicella telah menjadi bagian penting dari jadwal imunisasi anak di Indonesia karena terbukti efektif hingga 90 persen dalam mencegah keempat penyakit tersebut.
Sebelumnya, kedua vaksin ini diberikan secara terpisah. Namun seiring dengan perkembangan teknologi di bidang vaksin, kini tersedia vaksin kombinasi MMRV (Measles, Mumps, Rubella, Varicella) yang memungkinkan perlindungan terhadap empat penyakit dalam satu suntikan, sehingga lebih praktis dan efisien bagi orang tua dalam menjaga kesehatan anak-anak.
Dalam pembaruan Jadwal Imunisasi Anak 2024, vaksin MMRV telah direkomendasikan sebagai dosis primer untuk anak usia dua tahun ke atas yang belum divaksin MR/MMR dan Varicella, serta sebagai booster untuk anak di bawah dua tahun yang telah menerima MR/MMR atau Varicella.
Sebagai langkah persiapan untuk menjaga kesehatan anak selama Lebaran, dr. Denta membagikan checklist persiapan libur Lebaran bagi orang tua agar anak tetap sehat, terlindungi dari penyakit menular, dan siap kembali ke sekolah dalam kondisi prima:
✅ Pastikan anak mendapatkan vaksinasi lengkap
“Pastikan anak telah mendapatkan imunisasi sesuai jadwal sebelum bepergian, terutama jika akan bertemu banyak orang selama mudik,” ujar Denta.
✅ Hindari berbagi peralatan pribadi
Virus dan bakteri dapat menyebar melalui alat makan, botol minum, atau handuk. Ajarkan anak untuk menggunakan perlengkapan pribadi mereka sendiri guna mengurangi risiko infeksi.
✅ Pilih lingkungan yang aman
Saat mengunjungi rumah kerabat atau destinasi wisata, pilih lingkungan dengan sirkulasi udara yang baik dan tidak terlalu padat. Kerumunan dalam ruangan yang tertutup dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit.

✅ Waspadai tanda awal penyakit menular
Jika anak mulai menunjukkan gejala seperti demam tinggi, ruam, batuk, atau pembengkakan kelenjar, segera batasi interaksi mereka. “Mendeteksi gejala sejak dini dan segera berkonsultasi dengan dokter dapat membantu mencegah kondisi yang lebih serius,” saran Denta.
✅ Pantau kondisi anak setelah liburan
Tak hanya sebelum liburan, Country Medical Lead MSD Indonesia, dr. Mellisa Handoko Wiyono mengingatkan orang tua untuk juga memperhatikan kondisi anak setelah kembali dari perjalanan. Pemantauan juga perlu dilakukan setelah bepergian, hal ini diperlukan untuk memastikan anak-anak tetap sehat dan bugar.
“Jika anak menunjukkan gejala penyakit setelah liburan, segera periksakan ke dokter untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut. Dengan pemantauan yang baik, orang tua dapat memastikan anak siap kembali ke sekolah dalam kondisi prima,” tandas Mellisa. (BS)