Berandasehat.id – Berhenti merokok mungkin terasa seperti perjuangan yang mustahil, terutama saat keinginan untuk merokok terasa sangat kuat.

Kabar baiknya adalah meskipun sangat kuat, keinginan untuk merokok bersifat sementara, sering kali hanya berlangsung beberapa menit sebelum memudar. Dengan strategi yang tepat, petokok dapat memperoleh kembali kendali dan terbebas dari kebiasaan merokok untuk selamanya.

Saat seseorang berhenti merokok, mereka mungkin mengalami efek samping seperti keinginan untuk merokok, mudah tersinggung, frustrasi, kesulitan berkonsentrasi, insomnia, gelisah, cemas, depresi, dan nafsu makan meningkat.

Mengatasi kecanduan merokok bukan hanya tentang kemauan keras, tetapi juga tentang memahami dan mengelola keinginan secara efektif.

Berikut adalah beberapa kiat praktis untuk mengelola keinginan merokok:

Tegaskan kembali alasan untuk berhenti

Saat keinginan merokok muncul, ingatkan diri alasan memilih untuk berhenti merokok sejak awal. Keinginan merokok bersifat sementara, tetapi manfaat berhenti merokok akan bertahan seumur hidup. Dengan mencantumkan alasan tersebut maka tercipta afirmasi kuat yang membantu tetap fokus. Setiap kali keraguan muncul, tinjau kembali daftar alasan itu.

Hindari pemicu

Pemicu adalah situasi atau aktivitas tertentu yang dikaitkan perokok dengan kebiasaannya, dan pemicu tersebut berbeda-beda pada setiap orang. Pemicu dapat berkisar dari stres dan kebosanan hingga acara sosial atau sekadar melihat orang lain merokok.

Ilustrasi stop merokok (dok. ist)

Memahami pemicu adalah kunci untuk menghindarinya. Misalnya, jika pemicunya adalah melihat seseorang merokok saat istirahat, cobalah menghabiskan waktu istirahat di zona bebas asap rokok untuk mengurangi godaan.

Alihkan perhatian

Saat keinginan untuk merokok muncul, mengalihkan fokus dapat membuat perbedaan besar. Pengalihan perhatian sederhana seperti menyeruput air, berjalan-jalan sebentar, mengambil camilan sehat, atau mengunyah permen karet dapat membantu mengatasi keinginan tersebut.

Bagi sebagian orang, terlibat dalam percakapan dengan teman dapat menjadi pengalih perhatian yang bermanfaat, karena duduk diam sering kali meningkatkan keinginan untuk merokok.

Untuk meredakan rasa kesal, temukan aktivitas fisik yang Anda sukai. Ini membantu meredakan ketegangan dan meningkatkan suasana hati. Teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau bahkan memanjakan diri dengan pijat atau mandi air hangat dapat lebih menenangkan pikiran dan tubuh.

Terapi pengganti nikotin

Bagi sebagian orang, terapi penggantian nikotin (NRT) dapat menjadi alat yang berguna untuk mengelola keinginan dengan memberikan dosis nikotin yang kecil dan terkontrol tanpa racun berbahaya yang ditemukan dalam rokok.

Terapi ini tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk permen karet, koyo, tablet isap, dan semprotan mulut.

Namun, terapi pengganti nikotin bukanlah solusi yang cocok untuk semua orang. Berkonsultasi dengan dokter dapat membantu menentukan apakah cara ini merupakan pilihan yang tepat. (BS)