Berandasehat.id – Konsumsi minuman manis bergula tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker rongga mulut pada wanita, menurut sebuah studi yang dipublikasikan secara daring pada 13 Maret di JAMA Otolaryngology-Head & Neck Surgery.
Luis Gomez-Castillo, dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington di Seattle, dan rekan-rekannya melakukan studi kohort longitudinal menggunakan data dari wanita dalam Nurses’ Health Study dan Nurses’ Health Study II untuk memeriksa hubungan antara konsumsi minuman manis bergula tinggi dengan kanker rongga mulut.
Dalam analisis yang melibatkan 162.602 wanita, para peneliti mengidentifikasi 124 kasus kanker rongga mulut invasif selama 30 tahun tindak lanjut.
Peserta yang mengonsumsi satu atau lebih minuman manis setiap hari dibandingkan kurang dari satu minuman manis setiap bulan memiliki risiko kanker rongga mulut 4,87 kali lebih tinggi dalam model yang disesuaikan multivariabel (lima versus dua orang per 100.000 populasi), mendorong kenaikan kanker rongga mulut menjadi tiga orang lebih banyak per 100.000 populasi.

Risiko kanker rongga mulut adalah 5,46 kali lebih tinggi ketika dibatasi pada bukan perokok atau perokok ringan dan bukan peminum atau peminum ringan, meningkatkan tingkat kanker rongga mulut menjadi tiga orang lebih banyak per 100.000 populasi.
Asupan minuman manis bergula tinggi dikaitkan dengan peningkatan kejadian kanker rongga mulut pada wanita, terlepas dari kebiasaan merokok atau minum. Hubungan yang lebih kuat diamati pada peserta yang bukan perokok dan perokok ringan serta peserta yang bukan peminum dan peminum ringan, kata penulis.
Studi ini memberikan dukungan untuk kebijakan yang sedang berlangsung terkait pembatasan asupan gula untuk meningkatkan kesehatan dan membatasi penyakit kronis pada populasi umum, menurut laporan Healthday. (BS)