Berandasehat.id – Suplemen vitamin telah menjadi ‘kebutuhan pokok’ dalam rutinitas kesehatan banyak orang, khususnya bagi mereka yang merasa asupan harian tidak cukup memadai. Namun apakah suplemen tersebut benar-benar memenuhi janjinya?
Meskipun beberapa orang meyakini manfaat konsumsi suplemen, namun penelitian yang saling bertentangan telah menimbulkan kekhawatiran. Beberapa riset bahkan menghubungkan penggunaan suplemen harian dengan peningkatan risiko kematian dini.
Bagi yang berencana untuk memasukkan suplemen ke dalam asupan harian, lakukanlah dengan hati-hati. Dr. Asif Ahmed, seorang dokter umum yang tinggal di Inggris, menyebutkan tiga suplemen yang kemungkinan besar tidak akan bekerja dan, hanya pemborosan.
Dalam video Instagram baru-baru ini, ia memperingatkan para pengikutnya untuk tidak mempercayai klaim palsu. Dia menjelaskan bahwa mengonsumsi suplemen tertentu tidak hanya tidak efektif tetapi juga dapat menimbulkan risiko kesehatan.
Suplemen pertama dalam daftar Dr. Ahmed adalah multivitamin, yakni pil yang menggabungkan berbagai vitamin, mineral makanan, dan nutrisi lain yang dimaksudkan untuk mendukung kesejahteraan secara keseluruhan. Dr. Ahmed menjelaskan bahwa menggabungkan semuanya tidak selalu merupakan pendekatan terbaik.

“Dengan semua vitamin dan mineral ini di satu tempat, itu akan saling bersaing untuk diserap sehingga mungkin tidak menyerap satu pun dan hanya menyia-nyiakannya,” katanya.
Namun, ia mengakui bahwa suplemen multivitamin mungkin diperlukan bagi individu yang sedang dalam pemulihan pascaoperasi bariatrik. Alasannya, kebanyakan orang tidak membutuhkannya secara medis.
Suplemen lain yang disebutkan Dr. Ahmed adalah penggunaan tetes vitamin intravena. Ia menunjukkan bahwa meskipun harganya mahal, hanya ada sedikit bukti yang mendukung klaim bahwa perawatan ini meningkatkan kekebalan tubuh, menghilangkan racun, meningkatkan kebugaran, atau bahkan menyembuhkan mabuk.
“Sering kali orang mengatakan setelah meminumnya mereka merasa lebih baik. Itu mungkin karena mereka mendapatkan hidrasi yang dibutuhkan. Membuang sejumlah besar vitamin dan mineral ke dalam aliran darah tidak akan pernah menjadi hal yang baik,” jelasnya.
Dr. Ahmed juga memperingatkan tentang risiko anafilaksis, reaksi yang mengancam jiwa terhadap perawatan pada mereka yang memiliki alergi.
Terakhir, Dr. Ahmed mengingatkan tentang bubuk penurun berat badan, yang ia gambarkan sebagai penipuan terburuk di luar sana. Dia menjelaskan bahwa manfaat yang dialami orang kemungkinan besar disebabkan oleh rutinitas puasa dan olahraga yang mereka jalani, bukan bubuk itu sendiri.
Menurutnya hak itu menggelikan, kareba beberapa perusahaan mengenakan biaya hingga US$250 per bulan untuk bubuk yang mengandung sangat sedikit serat dan kemungkinan besar tidak akan memberikan manfaat apa pun. (BS)