Berandasehat.id – Mungkin banyak yang belum tahu bahwa tekanan darah yang sehat bertindak sebagai penjaga diam-diam kesehatan jantung. Tekanan darah tinggi, yang juga disebut hipertensi, terjadi ketika aliran darah mendorong pembuluh darah terlalu kuat.
Bayangkan tekanan darah seperti tekanan air yang mengalir melalui selang. Tekanan yang terlalu besar dapat merusak selang, sama seperti tekanan darah tinggi dapat membahayakan pembuluh darah dan organ kita.
Untuk menurunkan tekanan darah, apa yang kita makan dan minum punya peran penting. Mengikuti diet tertentu, seperti diet Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH), sering kali direkomendasikan.
Rencana makan DASH menekankan pada sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, protein rendah lemak, dan susu rendah lemak, sambil membatasi garam, daging merah, gula tambahan, dan makanan yang mengandung lemak jenuh tingkat tinggi.
Jika berbicara tentang pilihan minuman untuk mendukung tekanan darah, teh adalah pilihan yang tepat. Namun, sains tampaknya menunjukkan bahwa satu jenis teh lebih unggul daripada yang lain dalam hal mengelola tekanan darah tinggi.
Teh adalah salah satu minuman paling populer yang dikonsumsi di dunia, setelah air putih. Teh asli, yang meliputi teh yang terbuat dari tanaman Camellia sinensis, meliputi teh hitam, hijau, putih, dan oolong.

Teh asli ini berbeda dari teh herbal, yang berasal dari berbagai macam herba, rempah, dan tanaman lainnya.
Teh asli merupakan sumber alami senyawa tanaman dan antioksidan yang mendukung banyak aspek kesehatan manusia, termasuk jantung.
Di antara keempat jenis teh asli, teh hijau tampaknya memiliki data klinis terbanyak yang menunjukkan bahwa meminumnya secara teratur dikaitkan dengan perbaikan tekanan darah, menjadikannya pilihan teh terbaik untuk hipertensi.
Sebuah meta-analisis yang mengevaluasi efek teh hijau (melalui minuman atau suplemen) pada tekanan darah tinggi menemukan bahwa teh hijau efektif dalam menurunkan kadar tekanan darah.
Secara khusus, orang-orang mendapat manfaat dari penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik masing-masing sebesar 3 mmHg dan 1 mmHg.
Teh hijau mengandung katekin, sejenis antioksidan yang dapat meningkatkan fungsi pembuluh darah dan meningkatkan kesehatan jantung.
Para peneliti menunjukkan hal ini dapat dilakukan dengan mencegah penyempitan arteri, meningkatkan produksi oksida nitrat, yang memperlebar pembuluh darah, dan mengurangi stres oksidatif serta peradangan.
Selain itu, kafein dalam jumlah sedang yang ditemukan dalam teh dapat merangsang peningkatan aliran darah jangka pendek, yang berpotensi memberikan kontribusi pada kesehatan kardiovaskular yang lebih baik secara keseluruhan.
Teh hijau dapat dinikmati hanya dengan menyeduh daun teh hijau dalam air panas selama tiga hingga lima menit, buang daun teh atau kantongnya sebelum menyeruputnya. Teh hijau juga terasa lezat jika didinginkan.
Namun, tidak ada rekomendasi khusus tentang berapa banyak teh yang harus diminum untuk mendukung tekanan darah yang sehat. Yang jelas, memasukkan teh hijau dalam rutinitas harian dapat menjadi langkah yang baik.
Jika membutuhkan sedikit rasa manis dalam teh, tambahkan sedikit gula, atau madu. Berhati-hatilah dengan jumlah yang bahan pemanis tambahan, karena mengonsumsi terlalu banyak gula tambahan dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah pada orang-orang tertentu.
Menurut pakar di EatingWell, teh hijau tampaknya menjadi salah satu pilihan terbaik yang ramah terhadap tekanan darah. Teh hijau mengandung senyawa yang memiliki peran penting dalam merelaksasi kontraksi otot polos, meningkatkan pelebaran pembuluh darah, mengurangi peradangan pembuluh darah, dan memerangi stres oksidatif, yang semuanya penting untuk mengelola hipertensi. (HG).