Berandasehat.id – Investasi pada nutrisi selama 1000 hari pertama kehidupan (HPK) dapat meningkatkan derajat kesehatan, pendidikan, dan produktivitas, serta membantu memutus rantai malnutrisi. Studi juga menunjukkan bahwa intervensi nutrisi memberikan pengembalian investasi yang tinggi, dengan dampak jangka panjang berupa penurunan biaya kesehatan dan peningkatan produktivitas tenaga kerja.

Sayangnya, ibu hamil di Indonesia masih menghadapi tantangan serius terkait kekurangan gizi mikro. Laporan Kementerian Kesehatan RI dan Unicef dalam Maternal Nutrition in Indonesia 2023 menyebut hampir 49% ibu hamil mengalami anemia dan 17,3% menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Kondisi tersebut berdampak pada periode penting 1000 HPK yang sangat menentukan kualitas hidup seseorang di masa depan.

Menurut dr. Boy Abidin, Sp.OG (K), Subspesialis Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi, tantangan kesehatan serius yang dihadapi ibu hamil di Indonesia menunjukkan bahwa asupan mikronutrien masih belum menjadi prioritas.

“Kekurangan asam folat aktif (metafolin), zat besi, vitamin D, dan kalsium sangat terkait dengan peningkatan risiko komplikasi kehamilan seperti anemia, preeklampsia, hingga cacat tabung saraf yang dampaknya bisa seumur hidup,” ujar dr. Boy dalam diskusi yang dihelat Bayer Indonesia di Jakarta, baru-baru ini.

Kelengkapan asupan gizi mikro selama kehamilan tidak bisa diabaikan, karena masing-masing nutrien memiliki peran spesifik untuk mendukung perkembangan janin yang optimal. Asam folat aktif (metafolin) penting untuk pembentukan otak dan sumsum tulang belakang, sementara zat besi membantu mencegah anemia melalui pembentukan hemoglobin.

Mineral kalsium dan vitamin D bekerja sama untuk membangun tulang dan gigi yang kuat. Adapun DHA mendukung perkembangan otak dan mata.

Sedangkan vitamin A menjaga kesehatan mata dan kulit, dan seng/zinc berperan dalam pertumbuhan sel secara keseluruhan.

Menurut dr. Boy, perawatan kesehatan mandiri yang komprehensif, mulai dari pemahaman mendalam hingga pemenuhan asupan yang cukup menjadi hal penting. “Ketika seorang ibu hamil dapat mengendalikan asupan nutrisinya, ia tidak hanya melindungi dirinya sendiri tetapi juga melakukan investasi kesehatan terbaik bagi masa depan anak,” tuturnya.

Kesempatan sama, Widya Y. Putri, Marketing Manager Consumer Health Bayer Indonesia menyampaikan pemilihan suplemen prenatal yang tepat sangat berpengaruh pada kesehatan ibu dan bayi. Dalam hal ini Bayer menghadirkan Elevit sebagai nutrisi penting untuk setiap tahap kehamilan.

“Elevit diformulasikan dengan asam folat aktif (metafolin) untuk mengurangi risiko cacat bawaan, zat besi untuk mendukung pertumbuhan janin, serta DHA yang berperan penting dalam perkembangan otak,” jelas Widya.

Formula Elevit juga diperkaya dengan vitamin D untuk mengoptimalkan penyerapan kalsium dan pembentukan tulang, serta vitamin B6 dan B12 yang bekerja sinergis dengan asam folat aktif untuk mendukung perkembangan bayi secara optimal.

“Elevit mengandung berbagai nutrisi penting dalam satu kali konsumsi harian yang praktis, sehingga memudahkan ibu hamil untuk menjaga rutinitas perawatan kesehatan mandiri,” tandas Widya. (BS)