Berandasehat.id – Makin tua, makin bahagia. Kalimat ini lekat dengan sosok Maia Estianty, figur publik yang tetap aktif dan energetik di usia jelang 50. Baru-baru ini, Maia didaulat menjadi duta kampanye kesehatan kenali cacar api yang mengemban tugas utama meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit itu berikut cara pencegahannya.

Bunda Maia, demikian ia kerap disebut, mengaku mulai peduli menjaga kesehatan saat menapak usia 40. “Di usia 40 mulai jaga lifestyle, mulai sadar olahraga, cut karbo, jauhi gula, kurangi minyak. Kalau dulu jadwal tidur acakadut, sekarang diusahakan tidur jam 11 malam sampai jam 5 pagi,” ujarnya di acara temu media yang dihelat GSK Indonesia di Jakarta, Selasa (22/7/2025).

Sadar penyakit sebagai ‘dosa masa lalu’ terkait gaya hidup tidak sehat berpotensi mulai muncul di usia 50an, Maia berusaha memperbaiki pola makan dan mengelola stres, termasuk ‘cerai’ dengan gula. “Sudah lama cerai sama nasi dan gula. Berusaha hidup bahagia, hindari stres dan jauhi manusia toksik. Singkirkan itu,” ujar Maia yang disambut tepuk tangan audiens.

Maia Estianty menjadi duta kesehatan kenali cacar api (dok. Berandasehat.id)

Menurutnya, menua adalah hal tak terhindarkan dan tak bisa dilawan. “Penuaan nggak bisa dilawan. Kita bisa menua dengan sehat, ageing gracefully. Caranya dengan gaya hidup sehat, calorie intake dijaga. Numis masakan hanya cukup satu sendok. Sudah mulai menghitung berapa kalori, berapa minyaknya. Kebetulan ortu sakit jadi ikut belajar tentang kesehatan. Lebih baik kita sadar sekarang daripada nanti. Sakit itu mahal apalagi kalau nggak pakai BPJS,” ulasnya.

Motivasi Maia untuk menua dengan sehat ternyata simpel. “Masih ingin traveling bersama suami, kumpul bersama anak dan cucu. Jangan sampai usia kita pendek karena penyakit. Penuaan itu pasti, tapi bagaimana kita menerima, dan menabung hal-hal yang baik dalam diri kita,” ujarnya.

Didaulat menjadi duta kampanye kesehatan terkait cacar api memberikan pengetahuan baru bagi Maia. Menyaksikan video dan testimoni pasien yang pernah terkena penyakit itu membuatnya lebih peduli lagi terhadap kesehatan. “Ternyata ada juga yang kena cacar api di usia muda walaupun gak banyak, karena di atas 50 tahun lebih berisiko kena. Itu sakitnya kayak ditusuk-tusuk, linu banget. Ruamnya bukan biasa tapi menyebalkan. Aku belum pernah kena, jangan sampai,” tuturnya.

Maia Estianty (tengah) dalam diskusi kesehatan kenali cacar api (dok. ist)

Demi mencegah cacar api tidak menyerang di usia 50an, Maia mendorong semua orang untuk menjaga kesehatan, meningkatkan imunitas dan vaksinasi cacar api.

Terkait penunjukan Maia sebagai duta edukasi cacar api, Country Medical Director GSK Indonesia, dr. Calvin Kwan mengatakan pemilihan itu berdasarkan pertimbangan matang. “Kita semua kenal Maia wanita aktif, sayang keluarga, masih punya impian ingin jalan-jalan bersama suami dan main sama cucu. Persona itu cocok sekali untuk kita kolaborasi bersama. Kita berharap, dengan kolaborasi bersama Bunda Maia nantinya masyarakat lebih banyak tahu soal cacar api dan lebih proaktif bertanya kepada dokter,” terangnya.

Perihal tugas barunya ini, Maia akan menggunakan kekuatan media sosial untuk edukasi dan berbagi pengetahuan tentang cacar aipi. “Edukasi di medsos itu penting. Ini ada penyakit cacar api yang menakutkan tapi bisa dicegah. Jangan tunggu sakit baru sadae. Kalau sudah sakit, uang yang dipakai berobat itu lebih mahal ketimbang vaksin,” tuturnya.

Herpes zoster, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai cacar api/dompo, merupakan penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi virus Varicella zoster, virus yang juga menyebabkan cacar air.

Bagi yang pernah kena cacar air, virus ini akan dorman dan bersembunyi di serabut saraf. Virus akan kembali aktif saat kekebalan tubuh menurun (karena kondisi tertentu), atau karena penuaan. Virus yang kembali aktif inilah yang menimbulkan penyakit cacar api yang menyakitkan.

Maia Estianty menjadi duta kesehatan kenali cacar api (dok. Berandasehat.id)

Cacar api berdampak besar pada kualitas hidup, terutama karena komplikasi seperti nyeri pascaherpes yang membuat aktivitas sehari-hari jadi terasa berat. Dalam beberapa kondisi, cacar api bahkan bisa menyebabkan hilangnya kemandirian secara permanen, sehingga mereka sulit menjalani aktivitas seperti biasa. Dampak cacar api tidak hanya dirasakan oleh pasien, tapi juga keluarga, dan bisa membutuhkan perawatan jangka panjang yang butuh waktu dan biaya.

“Melakukan edukasi secara terus-menerus merupakan komitmen GSK Indonesia untuk mendukung upaya meningkatkan pengetahuan kesehatan dan pencegahan penyakit di Indonesia. Salah satunya melalui upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penyakit cacar api, bersinergi dengan Maia Estianty sebagai duta kampanye kesehatan kenali cacar api,” ujar Calvin.

GSK memiliki upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit cacar api melalui media sosial Instagram dan website edukasi http://www.kenalicacarapi.com. (BS)