Berandasehat.id – Studi epidemiologi telah mengungkap korelasi yang kuat antara konsumsi daging merah dan perkembangan penyakit radang usus.

Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal Molecular Nutrition and Food Research yang dilakukan pada tikus, konsumsi daging merah menyebabkan ketidakseimbangan bakteri dalam mikrobiota usus.

Para peneliti memberi tikus berbagai jenis daging merah (termasuk babi, sapi, dan kambing) selama dua minggu, dan kemudian mereka menginduksi peradangan di usus besar. Asupan ketiga diet daging merah ini memperburuk peradangan usus besar.

Ilustrasi daging merah (dok. ist)

Analisis mengungkap adanya kelebihan produksi sitokin pro-peradangan dan infiltrasi sel imun di usus besar tikus yang diberi diet daging merah.

Pola makan ini menyebabkan penurunan yang nyata dalam kelimpahan relatif strain bakteri Streptococcus, Akkermansia, Faecalibacterium, dan Lactococcus, ditambah dengan peningkatan Clostridium dan Mucispirillum.

“Studi ini berkontribusi pada peningkatan pendekatan persarafan makanan untuk pengobatan penyakit radang usus dan menunjukkan adanya hubungan erat antara pola makan, mikrobiota usus, dan imunitas usus,” kata rekan penulis korespondensi Dan Tian, MD, Ph.D., dari Capital Medical University, di Tiongkok dikutip MedicalXpress. (BS)