Berandasehat.id – Bayi prematur yang mengonsumsi ASI donor mungkin kehilangan hormon-hormon penting, seperti melatonin, yang krusial bagi perkembangan bayi yang sehat.

Melatonin telah terbukti memiliki khasiat dalam menurunkan peradangan, stres oksidatif, dan kematian sel yang signifikan, terutama bila diberikan kepada bayi prematur.

Lebih lanjut, hormon tidur ini telah ditemukan dapat meningkatkan hasil klinis bayi prematur dengan sepsis neonatal dalam waktu 24–72 jam setelah pemberian.

Bank ASI donor digunakan ketika ibu tidak dapat menyediakan ASI sendiri dan dapat sangat membantu bagi bayi yang sakit atau prematur.

Di Australia, bank donor menggunakan pasteurisasi suhu tinggi untuk memastikan bakteri dan virus dihancurkan dalam ASI sebelum dikonsumsi. Namun, konsekuensi hal ini terhadap melatonin telah diteliti lebih lanjut oleh para ahli yang menyelidiki dampak pasteurisasi terhadap melatonin dalam ASI.

Penelitian yang dipimpin Dr. Lauren Booker dari Universitas La Trobe mengungkap bahwa pasteurisasi suhu tinggi secara signifikan mengurangi kadar melatonin dalam ASI.

Penelitian ini telah menghasilkan dua artikel yang diterbitkan dalam jurnal Breastfeeding Medicine.

“Melatonin dianggap sebagai alat baru yang potensial untuk neuroproteksi pada bayi baru lahir prematur, namun proyek kami menunjukkan melatonin dalam ASI menurun secara signifikan, rata-rata sebesar 23,6%, setelah pasteurisasi,” ujar Dr. Booker.

Meskipun melatonin ASI menurun secara signifikan setelah pasteurisasi, kadarnya masih terdeteksi pada tingkat yang dapat memengaruhi waktu sirkadian bayi jika dikonsumsi pada waktu yang salah.

ASI mengandung hormon yang menunjukkan irama sirkadian 24 jam, dengan melatonin terdeteksi pada malam hari tetapi hampir tidak terdeteksi pada siang hari, yang memberikan sinyal tidur atau bangun kepada bayi.

Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa perubahan waktu hormonal dapat memengaruhi pembentukan siklus tidur yang sehat pada bayi dan berpotensi menyebabkan dampak kesehatan jangka panjang.

Dr. Booker menyarankan ASI donor harus diberi cap waktu untuk menunjukkan waktu pemerahan, dan pasteurisasi dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan waktu pemerasan ASI.

Seiring dengan semakin banyaknya bukti penelitian yang mengungkapkan potensi konsekuensi pemberian hormon campuran atau hormon yang tidak diatur waktunya dalam ASI kepada bayi, penting untuk mempertimbangkan jumlah melatonin dalam ASI donor dan pengaruhnya terhadap pasteurisasi, demikian saran Dr. Booker. (BS)