Berandasehat.id – Teh dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mendukung kesehatan jantung. Teh memang bukan pengganti obat resep dan perubahan gaya hidup (pola makan, tidur, dan olahraga), tetapi dapat menjadi tambahan yang bermanfaat untuk rutinitas pengelolaan tekanan darah.
Penelitian menunjukkan bahwa teh kembang sepatu (hibiscus), kamomil (chamomile), teh hijau, dan teh hitam mungkin merupakan pilihan teh terbaik untuk tekanan darah tinggi.
Teh hibiscus
Teh hibiscus berasal dari bunga tanaman kembang sepatu dan mengandung antioksidan kuat yang meningkatkan kesehatan jantung. Selain menurunkan tekanan darah, kembang sepatu dapat membantu menurunkan kolesterol dan trigliserida.
Penelitian menemukan bahwa kembang sepatu dapat membantu mencegah atau memperbaiki faktor risiko individu untuk penyakit kardiovaskular. Studi tersebut menunjukkan kembang sepatu secara signifikan memengaruhi tekanan darah, terutama tekanan darah sistolik (angka atas).
Dalam studi lain, partisipan yang minum satu cangkir teh kembang sepatu dua kali sehari selama satu bulan mengalami penurunan tekanan darah yang signifikan. Para peneliti menyimpulkan bahwa kembang sepatu dapat secara efektif menurunkan tekanan darah pada orang dengan hipertensi stadium 1, menurut laporan Very Well Health.
Teh chamomile
Chamomile adalah herba dengan sifat antiradang dan anti-kecemasan, dan dapat membantu menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung. Stres, kecemasan, dan gangguan tidur berkaitan dengan tekanan darah tinggi.

Teh populer ini dikenal dapat menenangkan dan membantu tubuh rileks. Penelitian menunjukkan bahwa chamomile memiliki sifat antihipertensi, termasuk efek menenangkan yang dapat meningkatkan kualitas tidur.
Teh hijau
Minum teh hijau dikaitkan dengan penurunan tekanan darah sistolik, kemungkinan karena senyawa flavonoid jenis katekin yang terkandung dalam teh. Seberapa besar manfaatnya bervariasi tergantung pada seberapa sering, seberapa banyak, dan berapa lama kita meminumnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum teh hijau lebih lama memberikan efek terbaik pada tekanan darah.
Teh hijau juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular. Penelitian menunjukkan bahwa minum teh hijau dapat menurunkan tekanan darah pada orang-orang yang berada dalam rentang pra-hipertensi dan hipertensi (tekanan darah tinggi).
Teh hitam
Seperti halnya teh hijau, senyawa dalam teh hitam membantu merelaksasikan pembuluh darah. Teh hitam juga dikaitkan dengan penurunan tekanan darah dan penurunan risiko penyakit kardiovaskular.
Dalam sebuah studi, minum 3 cangkir teh hitam selama enam bulan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik antara 2 dan 3 mmHg.
Teh daun zaitun
Daun pohon zaitun telah lama digunakan karena efek anti-hipertensinya. Sebuah tinjauan terhadap 12 studi menunjukkan bahwa ekstrak daun zaitun dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan pada orang dewasa, terutama mereka yang menderita hipertensi.
Studi lain menemukan bahwa minum teh daun zaitun selama empat minggu secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada orang dengan diabetes tipe 2 dan hipertensi yang mengonsumsi 500 miligram (mg) dua kali sehari. Setelah 28 minggu, lebih dari separuh peserta mencapai tingkat tekanan darah normal.
Lantas, kapan manfaat minum teh bagi hipertensi akan terlihat? Hal itu bergantung pada tekanan darah awal , kesehatan secara keseluruhan, dan jenis teh yang diminum. Studi yang ada menunjukkan hasil beragam dan tidak ada pedoman yang jelas tentang berapa banyak cangkir teh tertentu atau lamanya waktu yang dibutuhkan untuk memengaruhi tekanan darah. Mungkin perlu beberapa bulan minum teh setiap hari untuk melihat perbedaannya.
Teh herbal bekerja paling baik jika dipadukan dengan pola makan sehat jantung yang kaya buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh. Olahraga teratur, bahkan jalan kaki setiap hari, menjadi kunci.
Cobalah memilih teh yang disukai untuk diminum secara teratur. Dan pertimbangkan apakah teh favorit itu mengandung kafein, yang dapat mengganggu tidur. Perlu diingat, konsumsi kafein dalam jumlah tinggi secara teratur dapat meningkatkan tekanan darah.
Selain itu, beberapa teh herbal dapat berinteraksi dengan obat-obatan. Konsultasikan dengan apoteker atau tenaga kesehatan profesional lainnya untuk mengetahui apakah ada potensi interaksi obat yang melibatkan teh herbal favorit dan obat-obatan yang dikonsumsi. (BS)