Berandasehat.id – Sejumlah wanita mengalami nyeri perut tak tertahankan sebelum dan selama haid. Banyak di antara mereka bahkan tak dapat beraktivitas, hingga harus mengambil cuti saat nyeri haid ini mendera.
Sakit haid sungguh menyiksa, terasa seperti nyeri atau kram berdenyut di perut bagian bawah, bisa disertai nyeri punggung, paha, dan pinggang, serta gejala lain seperti mual, atau sakit kepala.
Berbagai literatur menyebut, rasa nyeri ini terjadi akibat kontraksi otot rahim yang melepaskan prostaglandin. Nyeri haid bisa dianggap normal dan akan membaik seiring usia, ada juga karena masalah kesehatan, seperti endometriosis.
Nyeri haid umumnya diatasi dengan berbagai cara, di antara minum obat pereda nyeri atau menggunakan kompres perut dengan botol air hangat, hingga bantalan pemanas. Nah, untuk meredakan nyeri haid produsen alat kesehatan (alkes) asal Jerman, Beurer, menciptakan EM 50 Menstrual Relax+, perangkat praktis yang mengusung teknologi panas dan TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation), yang sudah terbuki secara klinis.

Aria Verdin, Managing Director Beurer Indonesia, mengatakan mengusung keahlian dan teknologi Jerman, Beurer menghadirkan sejumlah perangkat kesehatan untuk pemakaian pribadi seperti tensimater, nebulizer, termometer infrared, timbangan digital, perangkat pereda nyeri hingga untuk menunjang gaya hidup dan kecantikan.
“Salah satu inovasi adalah EM 50 Menstrual Relax+ dan EM 55 Menstrual Relax+ untuk membantu wanita mengatasi nyeri haid dengan cara praktis, mudah dipakai saat bekerja, dan digunakan berulang,” ujar Aria Verdin, Managing Director Beurer Indonesia di sela acara Hospital Expo 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (25/9).
Pereda nyeri haid dari Beurer mengusung desain fleksibel sesuai bentuk tubuh, baik untuk yang bertubuh kurus atau gemuk. Memiliki 15 level intensitas TENS + mode terapi panas, perangkat ini efektif meredakan nyeri haid tanpa repot. Pemakaiannya praktis, hanya ditempel di area perut selama kurang lebih 20 menit. Dalam sekali charge, solusi pereda nyeri haid ini bisa dipakai enam kali.
Terapkan standar Jerman di pabrik Kendal
Aria Verdin menambahkan, setelah tujuh tahun hanya masuk melalui importir, sejak setahun terakhir Beurer telah mendirikan pabrik di Kendal, Jawa Tengah. Pabrik ini tak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga diproyeksikan menjadi hub ekspor regional.
Dia menyebut, pabrik Kendal memiliki komponen TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) guna memenuhi kebijakan pemerintah untuk pengadaan barang rumah sakit.
“Pabrik di Kendal memungkinkan target distribusi produk bisa lebih cepat masuk ke rumah sakit pemerintah maupun swasta di dalam negeri, juga memenuhi kuota ekspor,” imbuh Aria.
Dengan strategi produksi lokal, pemenuhan TKDN, serta orientasi ekspor, Beurer menempatkan Indonesia sebagai pasar utama sekaligus pintu gerbang untuk ekspansi ke regional.

Kesempatan sama, Choi Heejung, Head of Sales APAC Beurer Germany mengatakan Indonesia dipercaya menjadi supply chain hub untuk kawasan Asia, dengan pendirian pabrik tersebut. “Kami memiliki komitmen jangka panjang di Indonesia, pabrik baru di Kendal membuka peluang bagi Beurer untuk mengambil porsi lebih besar dari pasar domestik yang terus tumbuh,” ujarnya.
Aria mengungkap, Beurer juga memperkenalkan inovasi terbaru berupa teknologi Help Management Pro dengan fitur scan and save. “Teknologi ini memungkinkan hasil pengukuran kesehatan tersimpan secara digital dan dapat diintegrasikan dengan aplikasi rekam medis,” ujarnya.
Tak ketinggalan, selain menciptakan alat kesehatan, Beurer juga siap bekerja sama dengan asosiasi medis lokal dalam mengedukasi masyarakat dan meningkatkan pemahaman mereka terkait pentingnya menjaga kesehatan. (BS)