Berandasehat.id – Menjaga saluran cerna anak sejak dini menjadi hal krusial. Pasalnya, lima tahun pertama kehidupan merupakan periode penting karena saluran cerna berperan sebagai fondasi tumbuh kembang anak dan masih terus berkembang.
Ketika pencernaan bekerja dengan baik, nutrisi dapat diserap dan dimanfaatkan secara optimal sehingga mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta kesiapan sosial dan emosional anak.
“Untuk menjaga kesehatan pencernaan, dibutuhkan kombinasi nutrisi yang tepat dan seimbang, termasuk makronutrien dan mikronutrien, serta ragam prebiotik yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus,” ujar dr. Melia Yunita, SpA, dalam temu media yang dihelat Danone Indonesia di Jakarta, baru-baru ini.
Saluran cerna yang sehat merupakan fondasi tumbuh kembang anak. Studi Frontiers in Pediatrics (2024) menunjukkan bahwa anak dengan pencernaan yang sehat cenderung tumbuh dengan tinggi dan berat badan sesuai tahapan usianya.

Asupan nutrisi tepat, seperti serat dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan usianya, membantu mengoptimalkan pertumbuhan gut microbiota yang bervariasi untuk mendukung kesehatan saluran cerna optimal.
Hal ini menegaskan pentingnya menjaga kesehatan saluran cerna anak dengan asupan nutrisi tepat sejak dini untuk mendukung anak tumbuh optimal secara fisik dan siap secara sosial-emosional.
Lebih lanjut dr. Melia menyampaikan pada anak stunting (kerdil), ternyata populasi bakteri jahat/patogen mendominasi saluran cerna. Sebaliknya, pada anak yang tidak stunting jumlah populasi bakteri baik (probiotik) jauh lebih banyak.
“Agar probiotik tumbuh baik perlu diberikan prebiotik sebagai sumber makanannya agar jumlahnya tidak kalah dengan bakteri jahat,” tuturnya.
Menurut dr. Melia, makin beragam prebiotik kian beragam juga populasi bakteri baik.
Sumber prebiotik beradak dari makanan, antara lain buah apel, pisang, dan beri. Sedangkan sayuran yang kaya prebiotik adalah tomat, asparagus, sayuran hijau, bawang merah, bawang putih. “ASI juga merupakan sumber prebiotik yang baik untuk bayi,” terang dokter spesialis anak tersebut.
Sumber prebiotik lainnya adalah makanan/minuman terfortifikasi, misalnya susu pertumbuhan yang ditambahkan FOS, GOS dan inulin.
Selain prebiotik, dr. Melia juga menekankan pentingnya asupan DHA pada anak. “Kebutuhan DHA pada anak di fase awal kehidupan lebih tinggi, karena DHA berperan penting dalam pembentukan sel-sel otak yang mendukung kemampuan berpikir dan bersosialisasi,” ujarnya.

Selain itu, orang tua juga perlu memperhatikan asupan gula pada anak. Pasalnya, konsumsi sukrosa yang berlebihan sebaiknya dihindari untuk mendukung kesehatan gigi dan metabolisme jangka panjang.
Menjawab kebutuhan tersebut, Bebelac menghadirkan inovasi nutrisi terbaru, Bebelac NutriGreat+ yang mengandung tiga serat penting FOS, GOS, Inulin. “Keragaman serat dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota saluran cerna dan mendukung pencernaan sehat, menjadi kunci anak untuk tumbuh secara optimal,” ujar Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi.
Selain itu, hadirnya DHA, ALA & LA, nutrisi lebih untuk dukung kecerdasan dan tanpa tambahan sukrosa, menjadi pilihan lebih sehat untuk konsumsi harian anak. (BS)