Berandasehat.id – Ada berbagai penyebab ketidaksuburan/infertilitas yang menyulitkan kehamilan, dan tidak semata hanya berkaitan dengan kondisi seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau masalah hormonal.
Menurut dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Gita Pratama, SpOG Subs FER, sejumlah gangguan pada rongga rahim yang dapat menghambat peluang kehamilan, namun kerap tak disadari karena tidak menimbulkan gejala.
Gangguan rahim yang tidak bergejala itu kerap membuat wanita tidak melakukan pemeriksaan. Mereka baru tergerak memeriksakan diri ke dokter setelah bertahun-tahun tidak hamil meskipun melakukan kegiatan seksual secara aktif dan tidak memakai produk penunda kehamilan.
Menurut dr. Gita, umumnya perempuan tak melakukan pemeriksaan kondisi rahimnya karena merasa sehat, siklus menstruasi teratur. “Nggak ada gangguan mens, nggak ada nyeri, tapi ada sesuatu di rongga rahimnya,” tuturnya.
Dia mengatakan, gangguan-gangguan ini umumnya baru terdeteksi melalui pemeriksaan histeroskopi, yaitu prosedur minimal invasif yang menggunakan kamera kecil untuk melihat kondisi bagian dalam rahim secara langsung.
Histeroskopi menjadi prosedur diagnostik untuk mengetahui kondisi tersebut dengan lebih akurat. Pemeriksaan USG dinilai tidak selalu dapat mendeteksi kondisi tersebut secara akurat.

Pemeriksaan histeroskopi juga dapat dilakukan sebagai tindakan terapeutik setelah ditemukan kelainan dalam rongga rahim.
Lebih lanjut dr. Gita mengungkap, ada sejumlah masalah di rahim yang dapat menghambat kehamilan yang bisa diketahui dengan histeroskopi, di antaranya:
Perlengketan rahim
Kerap disebut sebagai sindroma Asherman, perlengketan rahim terjadi ketika jaringan parut terbentuk di dalam rongga rahim, membuat dinding rahim saling menempel. Perempuan tidak menyadari pernah mengalami perlengketan sampai mereka mencoba hamil dan tidak berhasil. Perlengketan ini membuat ruang rahim menyempit sehingga embrio tidak dapat berkembang dengan optimal.
Polip rahim
Polip rahim merupakan jaringan abnormal yang muncul di lapisan dinding rahim. Polip dapat muncul akibat infeksi atau gangguan hormon. Dalam banyak kasus, polip tidak menimbulkan rasa sakit atau gangguan menstruasi. Kondisi ini dipahami sebagai salah satu penyebab infertilitas dan juga dapat menyebabkan keguguran berulang.
Miom
Dikenal sebagai tumor jinak yang tumbuh di sekitar otot rahim, miom kerap dikaitkan dengan nyeri hebat saat menstruasi. Miom berukuran kecil yang tumbuh mengarah ke rongga rahim dapat mengganggu tempat penempelan embrio.
Namun menurut dr. Gita, tidak semua miom menimbulkan rasa sakit. “Miom ini genetik, kadang-kadang kita temukan rahim penuh dengan miom,” ujarnya.
PCOS penyulit kehamilan yang bisa dikendalikan
Terkait PCOS, dr. Gita menyampaikan, gangguan ovulasi ini menjadi salah satu penyulit kehamilan yang dipengaruhi gaya hidup, antara lain kurang gerak, konsumsi kalori tinggi hingga obesitas. “PCOS menjadi salah satu penyulit kehamilan yang bisa dikendalikan,” tuturnya.
PCOS merupakan gangguan hormonal pada wanita usia subur yang ditandai dengan ketidakseimbangan hormon, siklus menstruasi tidak teratur, dan/atau adanya kista pada ovarium atau indung telur.
Kondisi ini terjadi akibat produksi hormon androgen (hormon pria) yang berlebihan, yang dapat menyebabkan kesulitan untuk hamil, pertumbuhan rambut berlebih, jerawat, dan peningkatan risiko penyakit seperti diabetes tipe 2 dan hipertensi/tekanan darah tinggi.
Untuk itu, kesadaran terhadap PCOS sebaiknya dimulai sejak dini, khususnya di usia remaja. “Awareness PCOS sebaiknya dilakukan sejak dini, khususnya di usia remaja. Intervensi perlu dilakukan pada remaja yang berbakat PCOS, di antaranya ditandai siklus haid tak teratur, agar bisa ditangani dengan baik,” tandas dr. Gita. (BS)